Isran Mantan Napiter Nyatakan Komitmen Jaga Keamanan Poso

  • Whatsapp
Isran, alias Donding, eks napiter asal Desa Masamba, Kecamatan Poso Pesisir, menyatakan komitmennya untuk membantu Satgas Operasi Madago Raya dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah tersebut. Foto:Ist

POSO, BULLETIN.ID , 2025 — Upaya menjaga keamanan dan mencegah penyebaran paham radikal di Kabupaten Poso mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk mantan narapidana terorisme (napiter). Isran, alias Donding, eks napiter asal Desa Masamba, Kecamatan Poso Pesisir, menyatakan komitmennya untuk membantu Satgas Operasi Madago Raya dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah tersebut.

Isran diketahui pernah ditangkap pada 3 Maret 2015 atas kasus tindak pidana terorisme. Ia divonis 3 tahun 6 bulan penjara dan menjalani hukuman di Mako Depok sebelum dipindahkan ke Lapas Kelas IIB Luwuk, Sulawesi Tengah. Ia bebas bersyarat pada 13 November 2017.

Kini, Isran memilih menata ulang hidupnya. Ia bekerja sebagai petani sawah sekaligus mengawasi proyek milik salah satu anggota DPRD Poso. Tidak hanya itu, ia juga sedang mempersiapkan lahan untuk menanam sekitar 1.000 bibit coklat yang saat ini masih dalam proses karantina di samping rumahnya.

Saat ditemui Satgas Madago Raya di kediamannya, Isran mengaku berterima kasih atas silaturahmi yang dilakukan aparat. Ia berharap komunikasi yang terbangun tetap terjaga agar bersama-sama dapat menjaga situasi keamanan di Poso.

“Saya berharap hubungan seperti ini terus terjalin. Saya ingin fokus pada pekerjaan sebagai petani dan tidak ingin terlibat hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga,” ujarnya.

Satgas Madago Raya juga mengingatkan pentingnya menjaga jarak dari pengaruh kelompok yang memiliki potensi radikal. Isran mengaku masih berkomunikasi dengan sejumlah simpatisan maupun eks napiter lainnya, namun sebatas urusan pekerjaan dan bisnis. Ia menegaskan tidak lagi ingin terlibat dalam aktivitas yang bertentangan dengan hukum.

Dalam pertemuan tersebut, Satgas meminta Isran ikut membantu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama dalam pencegahan penyebaran paham intoleran dan radikalisme yang marak melalui media sosial.

Isran memastikan dirinya akan mendukung penuh kebijakan pemerintah dan membantu aparat dalam menjaga keamanan wilayah Poso. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Operasi Madago Raya Tahun 2025 yang saat ini masih berlangsung.

“Saya mendukung penuh operasi pemulihan keamanan di Poso. Semoga daerah ini semakin aman dan masyarakat bisa hidup tenang,” katanya.

Dukungan eks napiter seperti Isran menjadi bagian penting dalam upaya deradikalisasi, sekaligus memperkuat strategi pencegahan dini agar paham radikalisme tidak kembali berkembang di Poso.

Pos terkait