PARIGI MOUTONG, BULLETIN.ID – Yayasan Pondok Pesantren Darussholihin Nahdlatul Wathan (NW) Auma, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, menyatakan dukungan terhadap Satgas Operasi Madago Raya 2025 dalam menangkal penyebaran paham radikal di wilayah Sulawesi Tengah.
Ketua Pelaksana Harian Ponpes NW Auma, Saparwadi, S.Pd.I, mengatakan bahwa lembaga pendidikan berbasis Islam tersebut siap berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
“Kami sangat menolak paham radikal yang dapat memicu tindakan terorisme dan mengganggu ketertiban. Ponpes NW Auma siap mendukung dan bekerja sama dengan Satgas Madago Raya,” ujar Saparwadi, Rabu (9/4/2025).
Ponpes NW Auma berdiri sejak 2010 sebagai cabang dari pesantren Nahdlatul Wathan yang berpusat di Nusa Tenggara Barat. Saat ini, jumlah santri mencapai 431 orang, dengan sekitar 170 santri mukim yang mengikuti program Tahfidz Al-Qur’an.
Pesantren ini mengadopsi kurikulum dari Kementerian Agama serta menyelenggarakan pendidikan dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah. Selain itu, para santri dibekali dengan kemampuan tilawah, hafalan hadits, bahasa Arab-Inggris, hingga pembelajaran kitab kuning.
“Kami tanamkan nilai Islam yang damai, toleran, serta nasionalis. Kurikulum kami tetap sesuai aturan pemerintah, termasuk pelaksanaan upacara bendera setiap Senin,” tambahnya.
Dengan 40 tenaga pendidik, Ponpes NW Auma juga aktif mengadakan kegiatan keagamaan dan perlombaan yang melibatkan masyarakat sekitar. Pesantren ini menargetkan lahirnya generasi yang berilmu, santun, serta memiliki semangat kebangsaan.
“Operasi Madago Raya adalah langkah strategis. Kami sebagai lembaga pendidikan siap jadi mitra dalam menjaga ideologi bangsa dari ancaman radikalisme,” tutup Saparwadi.







