BNN Sulteng Ungkap 34 Kasus Narkotika Selama 2025, Peredaran Kian Terorganisir

  • Whatsapp
BNN Sulteng Ungkap 34 Kasus Narkotika Selama 2025. Foto:Ist

PALU, BULLETIN.ID  – Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tengah (BNN Sulteng) mencatat pengungkapan puluhan kasus narkotika yang menunjukkan bahwa ancaman peredaran narkoba di daerah ini masih tinggi dan terus berkembang.

Kepala BNN Sulteng, Ferdinand, mengungkapkan selama tahun 2025 pihaknya berhasil membongkar 34 kasus narkotika, dengan 27 perkara di antaranya telah dinyatakan lengkap atau P21 dan dilimpahkan ke kejaksaan.

Dari pengungkapan tersebut, BNN Sulteng mengamankan 47 orang tersangka yang terdiri dari 39 laki-laki dan delapan perempuan. Selain tersangka, aparat juga menyita berbagai barang bukti, antara lain sabu seberat 1.195 gram, ganja 2.699 gram, uang tunai Rp169.124.000, empat unit sepeda motor, serta satu unit mobil.

Menurut Ferdinand, capaian tersebut sekaligus menjadi potret nyata bahwa jaringan narkotika masih menjadikan Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah, sebagai target peredaran. Modus operandi pelaku pun dinilai semakin kompleks dan terorganisir.

“Jaringan narkotika kini memanfaatkan berbagai jalur, mulai dari darat, laut, hingga udara. Mereka juga menggunakan teknologi digital serta sistem transaksi non-tunai untuk menghindari pengawasan aparat,” ujarnya.

Ia menegaskan, penindakan hukum saja tidak cukup untuk menekan peredaran narkoba secara signifikan. Upaya pemberantasan harus berjalan seiring dengan strategi pencegahan dan rehabilitasi guna menekan permintaan narkotika di masyarakat.

Sepanjang 2025, BNN Sulteng terus menggencarkan program pencegahan melalui kegiatan informasi dan edukasi bahaya narkoba, baik secara tatap muka maupun daring. Sosialisasi dilakukan melalui media cetak dan elektronik, menyasar instansi pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok masyarakat umum.

Berita Pilihan :  Tim Patra Satbrimob Polda Sulteng Sisir Titik Rawan di Palu

Di bidang pencegahan, BNN Sulteng juga menjalankan sejumlah program strategis seperti pencanangan Desa Bersinar (Bersih Narkoba), Pelatihan Ketahanan Keluarga, serta Pelatihan Soft Skill yang terpusat di Kelurahan Kayumalue Pajeko.

Sementara pada aspek rehabilitasi, BNN Sulteng menempatkan penyelamatan penyalahguna sebagai bagian penting dari kebijakan nasional. Pada 2025, salah satu program prioritas yang dijalankan adalah pembentukan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Program IBM telah dibentuk di Desa Kotarindau, Kabupaten Sigi, dan ditujukan bagi penyalahguna narkotika kategori ringan. Selama tahun berjalan, program ini berhasil melakukan pemulihan terhadap lima orang sesuai dengan target yang ditetapkan.

Selain itu, layanan rehabilitasi rawat jalan tetap diberikan melalui Klinik Mosipakabelo. Sepanjang 2025, tercatat 129 klien menjalani rehabilitasi, melampaui target awal sebanyak 74 orang. Adapun klien pascarehabilitasi mencapai 26 orang dari target 70 orang.

Untuk memperkuat perlawanan terhadap narkoba, Ferdinand menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. BNN Sulteng terus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga elemen pemuda.

“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melawan narkoba demi mewujudkan Indonesia Bersinar,” pungkasnya.

Pos terkait