PALU, BULLETIN.ID — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menyoroti pentingnya kesiapsiagaan daerah terhadap gejolak ekonomi global dalam pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2024.
Dalam rapat paripurna DPRD, juru bicara Fraksi PKS, Takwin, menyebut konflik terbuka antara Iran dan Israel, yang turut melibatkan Amerika Serikat, berpotensi memicu inflasi global akibat kenaikan harga gas dan minyak mentah.
“Kita tidak boleh abai terhadap situasi global. Dampaknya bisa terasa langsung pada harga bahan pokok dan biaya energi di daerah,” kata Takwin.
Fraksi PKS mendorong Pemerintah Provinsi Sulteng mulai menyusun kebijakan antisipatif dalam perencanaan APBD 2026, termasuk diversifikasi energi, penguatan ketahanan pangan, dan efisiensi anggaran pada sektor strategis.
Menurut Fraksi PKS, kebijakan fiskal daerah yang adaptif menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi Sulteng di tengah ketidakpastian global.
“Pemerintah harus cermat membaca dinamika ekonomi dunia agar tidak ada guncangan besar terhadap APBD dan daya beli masyarakat,” tambahnya.
Fraksi PKS menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan keuangan daerah yang berpihak pada kepentingan publik dan tangguh menghadapi tantangan global.






