NUSA TENGGARA TIMUR, BULLETIN – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) masih mendapat sambutan hangat dari masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) meski tidak lagi menjabat sebagai kepala negara. Kunjungan Jokowi ke NTT pada Jumat (31/7/2026) hingga Minggu (2/8/2026) menunjukkan kuatnya hubungan emosional antara mantan presiden tersebut dengan masyarakat daerah.
Antusiasme warga yang menyambut kedatangan Jokowi dinilai tidak hanya berkaitan dengan sosoknya sebagai mantan pemimpin nasional, tetapi juga dengan berbagai program pembangunan yang selama ini dirasakan langsung oleh masyarakat NTT.
Sejumlah kalangan menilai, perhatian pemerintah pusat terhadap kawasan timur Indonesia selama satu dekade pemerintahan Jokowi meninggalkan sejumlah catatan penting, terutama dalam pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan ekonomi daerah.
Pembangunan beberapa bendungan strategis seperti Bendungan Raknamo, Rotiklot, Napun Gete, dan Temef menjadi salah satu program yang diarahkan untuk menjawab persoalan ketersediaan air, mendukung sektor pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di NTT.
Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, hingga kawasan perbatasan turut membuka konektivitas baru bagi masyarakat. Perubahan paling terlihat juga terjadi di Labuan Bajo yang berkembang menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
Transformasi Labuan Bajo melalui penataan kawasan, pengembangan Bandara Komodo, serta peningkatan infrastruktur pendukung menjadikan wilayah tersebut semakin dikenal di tingkat internasional dan menarik investasi baru.
Sambutan masyarakat NTT terhadap Jokowi menjadi gambaran bahwa keberhasilan sebuah kepemimpinan tidak hanya diukur dari masa jabatan, tetapi juga dari dampak pembangunan yang tetap dirasakan setelah kepemimpinan tersebut berakhir.
