Karhutla Hanguskan Sekitar 1 Hektare Lahan di Tojo Una-Una, BPBD Minta Peralatan Pemadam Mobile

  • Whatsapp
Karhutla Hanguskan Sekitar 1 Hektare Lahan di Tojo Una-Una, BPBD Minta Peralatan Pemadam Mobile. (Foto:Ist)

TOJO UNA-UNA, BULLETIN.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar satu hektare lahan di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Minggu (11/10/2026).

Tim gabungan berhasil memadamkan api setelah menerima laporan kejadian pada pukul 11.43 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, kebakaran diketahui sekitar pukul 11.00 WITA setelah warga melihat titik api dan kepulan asap di lokasi kejadian.

Hingga laporan diterima, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Petugas melakukan asesmen untuk mengidentifikasi kondisi di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tojo Una-Una dalam penanganan kejadian.

Tim gabungan kemudian melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dipadamkan.

Meski api telah padam, kebutuhan peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian dalam penanganan bencana di wilayah tersebut.

Dalam laporan resminya, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mencatat peralatan mobile pemadaman karhutla sebagai kebutuhan mendesak.

Kebutuhan ini menjadi penting untuk mendukung mobilitas petugas dalam menjangkau titik kebakaran, terutama apabila api muncul di lokasi yang sulit diakses atau membutuhkan penanganan cepat.

Ketersediaan peralatan yang memadai juga diperlukan untuk menunjang upaya pemadaman dan mengantisipasi potensi kebakaran meluas ke area sekitarnya.

Berdasarkan data BPBD, luas lahan atau hutan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai satu hektare. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

“Kami  mengimbau agar penanganan karhutla tetap menjadi perhatian, termasuk melalui pemantauan kondisi wilayah dan koordinasi antarpihak untuk merespons potensi kejadian serupa” Kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto.

Berita Pilihan :  HUT ke-27 Buol, Anwar Hafid Disambut dengan Adat dan Tari Tradisional

Keberhasilan pemadaman di Desa Sansarino menjadi langkah awal penanganan, sementara kesiapan peralatan dan kecepatan respons tetap diperlukan untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sulawesi Tengah.

Pos terkait