MOROWALI, BULLETIN.ID – Pergeseran tanah terjadi di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Kamis (29/1/2026) . Peristiwa ini mengakibatkan ratusan warga terpaksa mengungsi dan memicu kekhawatiran akan potensi dampak lanjutan.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, pergeseran tanah mulai terdeteksi sekitar pukul 03.00 WITA. Fenomena tersebut diduga dipicu aktivitas alat berat yang menimbulkan getaran di sekitar lokasi permukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, terdapat aktivitas lima unit excavator yang sedang melakukan proses pemuatan.
Getaran yang ditimbulkan sempat menyebabkan kepanikan warga, sebelum akhirnya tanah menunjukkan tanda-tanda pergeseran yang terus berlanjut hingga kini.
“Getaran awal terjadi saat aktivitas alat berat berlangsung. Keesokan harinya, menjelang malam, warga kembali merasakan getaran disertai pergeseran tanah. Hingga saat ini, pergeseran masih berlangsung secara perlahan,” ungkap Asbudianto.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 94 kamar kos terdampak, dengan total 288 jiwa harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Meski demikian, BPBD memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.
BPBD Sulteng bersama BPBD Kabupaten Morowali telah melakukan sejumlah langkah penanganan awal, antara lain melakukan asesmen lapangan serta berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan keselamatan warga.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah penyediaan hunian sementara dan dukungan logistik bagi para pengungsi,” kata Asbudianto.
BPBD juga terus memantau perkembangan kondisi tanah di lokasi kejadian, mengingat pergeseran masih terjadi dan berpotensi membahayakan jika aktivitas warga kembali dilakukan di area terdampak.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menghindari area rawan hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang






