POSO, BULLETIN.ID – Komunitas Siap Kerja Untuk Umat (SKUT) Kabupaten Poso menyatakan dukungan penuh terhadap Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya 2025 dalam upaya pencegahan penyebaran paham radikal dan intoleran di wilayah Kabupaten Poso.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua SKUT Poso, Agung Laksana Jamal, yang menegaskan bahwa organisasinya siap menjadi mitra pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya dari ancaman radikalisme.
“Komunitas kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah dan pihak kepolisian, termasuk mendukung program deradikalisasi agar tidak ada lagi tindakan terorisme di wilayah Poso,” kata Agung, Rabu (9/4/2025).
SKUT Poso merupakan organisasi masyarakat yang berdiri sejak tahun 2019 dan fokus pada kegiatan sosial-kemanusiaan, seperti membantu korban bencana, masyarakat miskin, orang sakit parah, serta anak-anak yatim piatu.
Agung menegaskan, komunitas yang dipimpinnya berkomitmen untuk terus peduli terhadap sesama dan mengajak masyarakat Poso aktif dalam misi kemanusiaan. “Kami tidak pernah lelah mengajak masyarakat untuk saling membantu, baik secara fisik maupun materi, demi mewujudkan Poso yang lebih baik,” ujarnya.
SKUT juga menegaskan dukungannya terhadap Satgas Madago Raya yang terus berupaya menciptakan situasi aman dan kondusif, serta mencegah berkembangnya paham radikal dan intoleran yang dapat memicu konflik serta menghambat pembangunan daerah.
“Situasi Poso saat ini semakin aman dan kondusif, dan itu adalah kondisi yang kita harapkan bersama. Jangan sampai kita kembali ke masa lalu yang penuh konflik,” ucap Agung.
Menurutnya, paham intoleran dan radikalisme sangat berbahaya karena bisa menimbulkan keresahan sosial, merusak persatuan, memperlambat pembangunan, hingga menyebabkan kerugian ekonomi. Karena itu, ia mendorong kerja sama lintas sektor untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya ideologi ekstrem.
“Perlu kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyosialisasikan bahaya paham intoleran dan radikal,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Agung mengimbau masyarakat untuk menjaga suasana damai yang telah tercipta di Poso dan tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang menyebarkan ideologi anti-pemerintah.
“Mari kita jaga keamanan Poso yang sudah kondusif. Jadikan konflik masa lalu sebagai pelajaran, jangan sampai terulang lagi,” pungkasnya.







