PALU, BULLETIN.ID — Panglima Kodam (Pangdam) XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, menegaskan pentingnya keterlibatan tokoh agama dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika, khususnya di Sulawesi Tengah, yang dinilai masih rentan terhadap peredaran barang haram tersebut.
Penegasan itu disampaikan Pangdam saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Ketua Utama Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf Aljufri, di kediamannya, Jalan Sis Aljufri, Palu Barat, Senin (26/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pangdam menyebut, saat ini tercatat sebagai salah satu wilayah dengan tingkat peredaran narkoba tertinggi di Indonesia. Kondisi ini, menurutnya, menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan stabilitas sosial di daerah.
“Narkoba adalah musuh bersama. Bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Narkoba telah terbukti merusak masa depan generasi muda,” tegas Mayjen TNI Jonathan.
Ia menekankan, upaya penanganan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan penindakan, melainkan harus diperkuat dengan langkah preventif melalui edukasi moral, pembinaan karakter, serta penguatan peran keluarga dan lembaga pendidikan keagamaan.
Dalam konteks tersebut, Pangdam menyatakan Kodam XXIII/Palaka Wira siap menjalin sinergi dengan Yayasan Alkhairaat dalam berbagai program pembinaan generasi muda, termasuk kampanye bahaya narkoba berbasis keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
“Kami memandang peran Alkhairaat sangat strategis dalam membentengi generasi muda dari pengaruh narkoba melalui pendidikan, dakwah, dan pembinaan akhlak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Utama PB Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf Aljufri, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Alkhairaat selama ini aktif dalam bidang pendidikan, dakwah, pembinaan sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi umat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan sosial masyarakat.
Menurut Habib Alwi, penguatan nilai-nilai keagamaan dan kesejahteraan ekonomi menjadi faktor penting dalam mencegah generasi muda terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.
“Kami siap mendukung langkah-langkah pencegahan narkoba melalui pendidikan dan pembinaan umat, karena persoalan narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga tatanan sosial masyarakat,” katanya.
Selain isu narkotika, pertemuan tersebut juga membahas sinergi dalam program ketahanan pangan nasional serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun demikian, kedua pihak sepakat bahwa perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba harus menjadi prioritas bersama.
Kunjungan silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Kodam XXIII/Palaka Wira dan Yayasan Alkhairaat dalam upaya pencegahan narkotika, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketahanan sosial di Sulawesi Tengah






