GLASGOW, BULLETIN – Pelatih Benfica, Marco Silva, menyuarakan keprihatinannya atas performa Benfica. Timnya dinilai belum mampu menjaga intensitas permainan sepanjang laga saat ditahan imbang Hearts pada leg kedua babak ketiga kualifikasi Liga Europa pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Silva mengakui bahwa misi utama untuk mengamankan langkah ke fase berikutnya telah tercapai. Namun, ia merasa kecewa dengan penampilan tim pada babak kedua, khususnya setelah ia melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain. Performa Benfica yang inkonsisten ini menjadi perhatian serius sang pelatih.
“Misi tercapai, itu adalah tujuan kami dan kami menunjukkannya pada babak pertama. Pada babak kedua kami tidak mampu melakukannya,” kata Silva kepada Sport TV seusai pertandingan.
Benfica melakukan tujuh perubahan pemain dalam pertandingan tersebut. Menurut Silva, keputusan ini sekaligus menunjukkan bahwa beberapa pemainnya belum berada dalam kondisi prima untuk tampil penuh selama 90 menit di Liga Europa.
“Kami tidak memulai babak kedua seperti yang kami inginkan. Kami sudah membicarakan hal ini, terutama mengenai awal babak kedua. Dengan tujuh perubahan, terbukti beberapa pemain masih belum bisa bermain selama 90 menit,” tambahnya.
Silva juga memanfaatkan laga ini untuk mencoba sejumlah pendekatan taktik. Salah satunya adalah penggunaan formasi empat bek yang menurutnya kemungkinan tidak akan kembali digunakan oleh Benfica pada pertandingan lain musim ini. Eksperimen ini menjadi bagian dari upayanya untuk mengevaluasi performa Benfica.
Meskipun demikian, ia menilai eksperimen tersebut tetap penting untuk melihat kesiapan para pemain dalam situasi pertandingan kompetitif. Ia ingin memastikan bahwa performa Benfica bisa maksimal di berbagai skenario.
“Kami ingin menang, tetapi ada beberapa hal yang memang sudah kami perkirakan. Penting bagi kami melihat para pemain dalam pertandingan,” ujar Silva.
Durán Diminta Terus Berkembang
Silva juga memberikan perhatian khusus kepada Jhon Durán. Penyerang tersebut dinilai masih membutuhkan waktu untuk memahami sistem permainan Benfica dan beradaptasi dengan tuntutan taktik tim. Perkembangan Durán dianggap krusial untuk meningkatkan performa Benfica secara keseluruhan.
Menurut Silva, Durán sudah menunjukkan perkembangan ketika Benfica menguasai bola. Namun, ia masih perlu meningkatkan pemahamannya ketika tim kehilangan penguasaan bola. Hal ini penting agar performa Benfica tetap solid.
“Dengan bola dia sudah baik, tanpa bola dia mulai memahami apa yang kami inginkan. Dia membutuhkan menit bermain, bukan hanya latihan, tetapi juga pertandingan,” kata Silva.
Memberikan Durán kesempatan bermain selama 90 menit menjadi bagian dari rencana Silva untuk meningkatkan kondisi fisik sekaligus mempercepat proses adaptasinya. Ini adalah investasi jangka panjang untuk performa Benfica.
Silva Tegaskan Keputusan Soal Kiper
Silva juga terlihat kesal ketika ditanya mengenai keputusan memainkan Samuel Soares sebagai penjaga gawang. Ia menegaskan bahwa pemilihan pemain merupakan keputusan teknis yang berada di tangannya.
Ia menilai penjaga gawang memang membutuhkan kontinuitas bermain, tetapi hal tersebut juga berlaku bagi pemain di posisi lain. Keputusan ini diambil demi stabilitas performa Benfica.
“Saya memainkan pemain karena saya memutuskan demikian. Penjaga gawang membutuhkan kontinuitas, tetapi bek tengah juga membutuhkannya. Saya mengambil keputusan yang saya anggap tepat,” tegasnya.
Silva kemudian mengingatkan bahwa Benfica tidak boleh menganggap remeh lawan mana pun. Menurutnya, sepak bola modern tidak lagi mengenal pertandingan yang mudah. Kondisi ini menuntut performa Benfica yang konsisten.
“Tidak ada lawan yang mudah. Kami harus menghormati diri kami sebagai Benfica dan juga menghormati lawan. Saat ini tidak ada yang mudah,” pungkas Silva.






