Xabi Alonso Sebut Joao Pedro Setara Haaland dan Mirip Benzema, Chelsea Beruntung?

  • Whatsapp
Joao Pedro
Rio Ngumoha Dipercaya Iraola, Pemain Muda Liverpool Makin Kompetitif. (Foto:liverpoolfc.)

LONDON, BULLETIN – Manajer Chelsea Xabi Alonso menyatakan bahwa penyerang andalannya, Joao Pedro, memiliki level yang setara dengan Erling Haaland dan kemiripan karakter bermain dengan Karim Benzema. Pujian ini muncul seiring performa impresif Joao Pedro yang berhasil meraih penghargaan Pemain Terbaik Premier League bulan ini.

Performa cemerlang Joao Pedro di awal musim 2026/2027 menjadi sorotan utama. Dalam tiga pertandingan awal Premier League, penyerang asal Brasil itu telah mencetak dua gol dan menyumbangkan dua assist. Capaian ini membuat Joao Pedro digadang-gadang sebagai salah satu penyerang elite di liga.

Pengakuan atas performa Joao Pedro datang pada Jumat, saat ia dinobatkan sebagai Premier League Player of the Month. Ia mengungguli rekan setimnya, Cole Palmer, yang terakhir kali menerima penghargaan serupa pada September 2024.

Ketika ditanya mengenai perbandingan Joao Pedro dengan Erling Haaland, Xabi Alonso memberikan respons tegas. Ia yakin Joao Pedro sudah berada di jajaran penyerang papan atas Premier League.

“Ya. Jika menghitung berapa banyak striker top yang ada di Premier League, saya yakin Joao ada di sana. Haaland juga pasti ada di sana. Saya menilainya seperti itu,” kata Alonso dikutip dari BBC Sport.

Pernyataan tersebut bukan sekadar pujian atas produktivitas gol Joao Pedro. Alonso melihat profil sang pemain sebagai penyerang yang lebih komplet dibandingkan striker yang hanya mengandalkan kemampuan mencetak gol. Ini yang membuat Joao Pedro begitu istimewa.

Haaland dikenal sebagai salah satu mesin gol paling produktif di Premier League. Musim lalu, penyerang Manchester City tersebut menjadi pencetak gol terbanyak liga dengan 27 gol. Dalam 57 pertandingan terakhirnya bersama City, Haaland mencetak 42 gol dan menyumbangkan sembilan assist. Sementara itu, Joao Pedro telah mencetak 25 gol dan membuat 11 assist dalam 57 penampilannya bersama Chelsea sejak bergabung pada musim panas lalu.

Bukan Hanya Sekadar Mencetak Gol

Perbedaan karakter permainan antara Joao Pedro dan Haaland justru menjadi alasan Alonso melihat pemain Brasil tersebut memiliki kemiripan dengan Karim Benzema. Alonso, yang pernah bermain bersama Benzema di Real Madrid dalam 195 pertandingan, memiliki dasar kuat dalam perbandingannya terhadap Joao Pedro. Pengalaman ini memberikan wawasan mendalam mengenai karakter penyerang top dunia.

“Dalam banyak hal dia mengingatkan saya pada Benzema,” ujar Alonso.

Menurut Alonso, Joao Pedro mampu memberikan ancaman baik di dalam kotak penalti maupun ketika bergerak keluar dari area tersebut. Ia juga mampu bermain di sisi kiri, memenangkan duel udara, dan memahami ruang dengan baik. Kemampuan ini menjadikan Joao Pedro penyerang yang sangat fleksibel.

“Dia sangat lengkap dan cerdas,” kata Alonso.

Karakter serbabisa Joao Pedro menjadi pembeda penting dalam permainannya. Sepanjang kariernya, Joao Pedro tidak hanya bermain sebagai striker. Ia juga pernah beroperasi sebagai gelandang, pemain nomor 10, dan winger. Fleksibilitas posisi ini memungkinkan Joao Pedro untuk turun menjemput bola, membuka ruang, menciptakan peluang, dan terlibat dalam pembangunan serangan, bukan hanya menunggu bola di kotak penalti.

Berita Pilihan :  Grêmio Bawa Momentum Positif, Vitória Dibayangi Kekecewaan di Barradão

Profil seperti itu membuat Alonso melihat masih ada ruang besar bagi Joao Pedro untuk berkembang. Meski sudah berada di level yang tinggi, potensi Joao Pedro masih sangat besar. “Dia masih muda, masih ada hal-hal yang harus dikembangkan, tetapi dia memiliki banyak kualitas yang benar-benar luar biasa,” ujar Alonso.

Nomor 9 dan Kontrak Jangka Panjang

Chelsea menunjukkan kepercayaan besar terhadap Joao Pedro dengan memberikan nomor punggung 9 pada awal musim ini. Klub juga memperpanjang kontraknya pada bulan lalu hingga 2034. Keputusan ini menegaskan bahwa Chelsea tidak hanya melihat Joao Pedro sebagai solusi jangka pendek di lini depan, melainkan sebagai bagian penting dari proyek klub dalam jangka panjang.

Pada musim debutnya, Joao Pedro menjadi striker Chelsea pertama sejak Diego Costa yang mampu mencetak 20 gol dalam satu musim. Kini, ekspektasi terhadap Joao Pedro meningkat tajam. Produktivitas tersebut harus dipertahankan ketika lawan mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap pergerakannya.

Di sinilah kemampuan komplet Joao Pedro menjadi sangat penting bagi Chelsea. Jika ruang untuk mencetak gol tertutup, ia masih memiliki kemampuan untuk turun lebih dalam, bermain melebar, atau menciptakan peluang bagi pemain lain. Kemampuan adaptif ini menjadikannya aset berharga bagi tim.

Kegagalan Masuk Skuad Brasil Menjadi Masa Lalu

Perjalanan Joao Pedro menuju musim ini juga sempat diwarnai kekecewaan. Ia secara mengejutkan tidak masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia musim panas ini. Namun, namanya kembali dipanggil untuk pertandingan internasional September menghadapi Selandia Baru dan India.

Alonso menilai kegagalan tersebut tidak perlu terus dijadikan bahan bakar motivasi bagi Joao Pedro. Ia percaya bahwa Joao Pedro sudah memiliki motivasi intrinsik yang kuat. “Dia sudah memiliki cukup motivasi dalam dirinya,” kata Alonso.

Menurut Alonso, keputusan tersebut memang menyakitkan bagi Joao Pedro, tetapi sang pemain telah memilih untuk mengalihkan fokus pada apa yang dapat dikontrolnya di lapangan. Perubahan fokus itu terlihat dari performanya bersama Chelsea. Alonso tidak hanya memuji kontribusi Joao Pedro dalam aspek teknis, tetapi juga perkembangan kepribadian, kematangan, dan ambisinya. “Dia memiliki tujuan yang sangat jelas musim ini, yaitu menjalani musim yang hebat dan mencetak banyak gol,” ujar Alonso.

Dengan kontrak hingga 2034, nomor 9 di punggungnya, dan kepercayaan penuh dari Alonso, Joao Pedro kini menghadapi tantangan yang lebih besar: membuktikan bahwa perbandingan dengan Haaland dan Benzema bukan sekadar pujian awal musim, melainkan gambaran dari level yang mampu ia capai secara konsisten.

Pos terkait