MUNICH, BULLETIN – Bayern Munich mengawali petualangan mereka di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan telak, menghancurkan wakil Norwegia Bodo/Glimt 5-0 di Allianz Arena pada Jumat (11/09/2026) dini hari WIB. Kemenangan besar ini menjadi sinyal awal kekuatan Bayern Munich di Liga Champions musim ini, sekaligus menunjukkan perbedaan level yang signifikan, terutama setelah babak pertama yang masih buntu.
Pertandingan antara Bayern Munich dan Bodo/Glimt berlangsung menarik, di mana dominasi Bayern tidak langsung menghasilkan gol di babak pertama. Tim tamu mampu bertahan rapat hingga turun minum, memaksa skor 0-0. Namun, pertahanan Bodo/Glimt runtuh di babak kedua setelah tekanan dari Bayern Munich semakin meningkat.
Bayern Munich langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Semifinalis Liga Champions musim lalu ini terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya di depan gawang Bodo/Glimt sejak menit kelima. Meski demikian, penyelesaian akhir menjadi kendala utama bagi lini serang Bayern Munich di paruh pertama.
Beberapa peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol, termasuk tembakan Joshua Kimmich yang membentur tiang pada menit ke-35, gagal dimanfaatkan. Bahkan, Bayern Munich sempat dalam bahaya pada menit ke-23 akibat kesalahan Dayot Upamecano yang nyaris berujung gol bunuh diri. Namun, Bodo/Glimt berhasil mempertahankan gawangnya dari kebobolan hingga peluit babak pertama berbunyi.
Babak Kedua: Transformasi dan Banjir Gol
Situasi berubah drastis setelah jeda. Bayern Munich hanya membutuhkan dua menit di babak kedua untuk memecah kebuntuan. Jamal Musiala mencetak gol indah melalui sepakan voli memanfaatkan umpan dari Harry Kane. Gol ini menjadi titik balik krusial dalam pertandingan melawan Bodo/Glimt.
Setelah gol pertama, Bodo/Glimt yang sebelumnya solid di pertahanan mulai kewalahan menghadapi gempuran Bayern Munich. Harry Kane kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-61, menunjukkan bahwa Bayern Munich memiliki banyak sumber ancaman di lini depan. Alphonso Davies turut menyumbang gol ketiga pada menit ke-77, menyambar bola muntah dari sepak pojok.
Dominasi Bayern Munich semakin tak terbendung. Michael Olise, winger asal Prancis, menambah dua gol pada menit ke-83 dan 90+2. Penderitaan Bodo/Glimt semakin lengkap setelah Odin Bjortuft diusir wasit pada menit ke-87 karena pelanggaran keras terhadap Olise. Bayern Munich akhirnya menutup pertandingan dengan skor telak 5-0 atas Bodo/Glimt.
Kemenangan yang Menunjukkan Kedalaman Skuad Bayern
Kemenangan telak 5-0 ini bukan sekadar soal jumlah gol, melainkan cara Bayern Munich mengubah jalannya pertandingan di babak kedua. Kemampuan mereka untuk memecah kebuntuan dan terus mencetak gol menunjukkan kedalaman skuad serta kualitas individu pemain. Ketika satu skema serangan gagal, Bayern Munich memiliki pemain lain yang mampu menciptakan perbedaan.
Musiala, Kane, Davies, dan Olise sebagai pencetak gol membuktikan bahwa ancaman Bayern Munich tidak bertumpu pada satu pemain. Bagi Bodo/Glimt, kekalahan ini menjadi ujian berat di debut mereka melawan raksasa Eropa. Meskipun mampu bertahan 45 menit, mereka tidak sanggup mempertahankan intensitas permainan yang sama di babak kedua.
Tambahan tiga poin dari kemenangan atas Bodo/Glimt ini membuat Bayern Munich langsung menempati posisi teratas klasemen Liga Champions, berkat keunggulan selisih gol. Kemenangan ini juga menjadi awal ideal bagi Bayern Munich untuk membangun momentum di kompetisi Eropa, memberikan pesan jelas bahwa mereka adalah kekuatan yang harus diperhitungkan.
Susunan Pemain:
Bayern Munich: Manuel Neuer; Konrad Laimer, Dayot Upamecano, Jonathan Tah, Alphonso Davies; Joshua Kimmich, Aleksandar Pavlovic; Michael Olise, Jamal Musiala, Luis Diaz; Harry Kane.
Bodo/Glimt: Nikita Haikin; Fredrik Sjovold, Villads Nielsen, Odin Bjortuft, Fredrik Bjorkan; Joshua Kitolano, Patrick Berg, Sondre Fet; Sondre Auklend, Andreas Helmersen, Ole Didrik Blomberg.






