REGGIO EMILIA, BULLETIN – Juventus kalah dari Sassuolo dengan skor 2-3 dalam laga dramatis di pekan keempat Serie A 2026/2027, yang berlangsung di Mapei Stadium pada Minggu, 13 September 2026. Ini adalah kekalahan pertama bagi Juventus musim ini, setelah sempat dua kali menyamakan kedudukan namun gagal mempertahankan momentum hingga peluit akhir.
Pertandingan ini menyajikan drama sengit di mana Juventus dua kali berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Edon Zhegrova. Namun, gol Vasilije Adzic di menit ke-94 memastikan Juventus pulang tanpa poin, membuat skuad asuhan Luciano Spalletti menelan kekalahan perdana mereka. Kekalahan ini juga memutus tren positif Juventus yang sebelumnya mengoleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Kekalahan dari Sassuolo ini menyoroti sejumlah persoalan, terutama di lini belakang dan depan Juventus. Beberapa pemain mendapatkan sorotan tajam atas performa mereka yang dianggap jauh di bawah standar. Salah satu nama yang paling banyak dibicarakan adalah Pierre Kalulu.
Bek Juventus, Pierre Kalulu, dinilai kesulitan menghadapi tekanan serangan Sassuolo sepanjang pertandingan. Ia dianggap sebagai salah satu titik lemah di lini belakang yang kehilangan koordinasi pada momen-momen krusial. Beberapa media Italia bahkan memberikan rapor buruk untuk Kalulu.
“Penampilannya adalah salah satu titik terburuk Juventus dalam pertandingan tersebut,” tulis La Stampa mengenai performa Kalulu. Sorotan ini memperjelas betapa pentingnya perbaikan di lini pertahanan Juventus agar tidak kembali Juventus kalah dari Sassuolo atau tim lain.
Situasi serupa juga dialami Randal Kolo Muani, penyerang yang dipercaya menjadi ujung tombak Juventus. Kolo Muani tidak mampu memberikan kontribusi signifikan di lini depan, kesulitan mendapatkan ruang di antara pertahanan Sassuolo. Corriere della Sera bahkan memberinya nilai 4, menganggap performanya sebagai masalah besar bagi Juventus.
Berbeda dengan Kalulu dan Kolo Muani, Douglas Luiz justru dinilai masih mampu memberikan kontribusi positif, meskipun penampilannya belum cukup untuk mengangkat Juventus. Gelandang asal Brasil ini berusaha keras membangun serangan dari lini tengah, namun struktur permainan Juventus secara keseluruhan kesulitan menciptakan dominasi yang konsisten. Sky Sport Italia memberinya nilai 5, menunjukkan bahwa kontribusinya tidak sepenuhnya buruk meski belum optimal untuk mencegah Juventus kalah dari Sassuolo.
Edon Zhegrova menjadi penyelamat sementara dan sumber energi terbesar bagi Juventus. Ia masuk pada babak kedua dan langsung mengubah jalannya pertandingan. Zhegrova mencetak gol pada menit ke-82 untuk menyamakan kedudukan 1-1 setelah Juventus tertinggal. Ketika Sassuolo kembali unggul, Zhegrova kembali mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2 di masa tambahan waktu.
Namun, momentum yang dibangun Zhegrova tidak bertahan lama. Juventus terlalu terbuka setelah mengejar kemenangan, dan situasi ini dimanfaatkan Sassuolo dengan serangan balik cepat yang berujung pada gol penentu Adzic di menit ke-94. Adzic, yang merupakan mantan pemain Juventus, ironisnya menjadi penentu kekalahan klub lamanya. Kekalahan ini semakin memperjelas bahwa Juventus kalah dari Sassuolo karena kelemahan kolektif.
Kekalahan Juventus kalah dari Sassuolo ini memperlihatkan masalah bukan hanya pada kualitas individu, melainkan juga kemampuan menjaga keseimbangan permainan di fase krusial. Juventus mampu bangkit dua kali, tetapi gagal mengelola risiko setelah menyamakan kedudukan, dan akhirnya dihukum. Setelah empat pertandingan, Juventus kini mengoleksi tujuh poin dan berada di posisi kedelapan klasemen sementara Serie A.
Bagi Spalletti, kekalahan ini menjadi ujian penting. Meskipun Juventus menunjukkan karakter untuk bangkit, masih banyak hal yang harus diperbaiki, termasuk koordinasi pertahanan, efektivitas lini depan, dan kontrol permainan agar tidak kembali kehilangan poin di situasi yang seharusnya bisa diamankan. Di tengah rapor buruk Kalulu dan Kolo Muani, Zhegrova memberikan sinyal positif, namun kontribusi individu saja belum cukup untuk menutupi kelemahan kolektif Juventus.






