PALU, BULLETIN – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Mohammad Arus Abdul Karim, menerima penghargaan khusus dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Arus Abdul Karim dianugerahi Legacy Award Achievement sebagai apresiasi atas kiprahnya memimpin KADIN Sulawesi Tengah selama dua periode, yakni dari tahun 2009 hingga 2021.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, usai pelantikan Pengurus KADIN Provinsi Sulawesi Tengah masa bakti 2026–2031. Acara berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulteng pada Rabu malam, 16 September 2026.
Momentum ini tidak hanya sekadar penghormatan terhadap mantan pimpinan organisasi dunia usaha. Penghargaan tersebut juga menandai perjalanan penting Arus Abdul Karim dari memperjuangkan kepentingan dunia usaha melalui KADIN, kini berada di ruang legislatif sebagai Ketua DPRD Sulteng .
Selama dua periode memimpin KADIN Sulteng, Arus Abdul Karim berada di garis depan dalam mempertemukan kepentingan pengusaha dengan pemerintah. KADIN menjadi wadah bagi dunia usaha untuk menyampaikan aspirasi, membangun jejaring, serta mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif di daerah.
Pengalaman ini menjadi bagian penting dari rekam jejak kepemimpinan Arus Abdul Karim sebelum kemudian memasuki arena politik dan pemerintahan daerah melalui lembaga legislatif.
Penyerahan penghargaan oleh Anindya Bakrie menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan pergantian kepengurusan KADIN Sulteng. Kepemimpinan organisasi dunia usaha itu kini berlanjut kepada jajaran baru untuk periode 2026–2031, sementara rekam jejak para pendahulunya tetap menjadi bagian dari sejarah organisasi.
Bagi Arus Abdul Karim, penghargaan ini adalah simbol bahwa kontribusi yang ia bangun selama memimpin KADIN masih tercatat dalam perjalanan organisasi. Kiprah Arus di KADIN tidak hanya terbatas pada lingkup daerah. Pada tahun 2018, saat menjabat Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah, namanya tercatat sebagai salah satu tokoh dunia usaha yang mengikuti pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Pengalaman berada di lingkungan dunia usaha dan berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan kemudian menjadi bagian dari perjalanan Arus Abdul Karim ketika memasuki dunia politik. Kini, sebagai Ketua DPRD Sulteng, ruang pengabdiannya bergeser dari representasi kepentingan dunia usaha menuju fungsi kelembagaan parlemen daerah.
Perubahan ruang tersebut sekaligus menempatkan pengalaman dunia usaha sebagai salah satu bagian dari rekam jejak kepemimpinannya dalam melihat persoalan pembangunan, investasi, perekonomian, dan kepentingan masyarakat. Dengan demikian, Legacy Award yang diterima Arus Abdul Karim bukan hanya menutup satu periode kepemimpinannya di KADIN. Penghargaan tersebut juga menjadi penghubung antara dua fase pengabdian: dunia usaha dan legislatif.
Pelantikan Pengurus KADIN Sulteng periode 2026–2031 turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, mantan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta keluarga besar KADIN Sulawesi Tengah. Pergantian kepengurusan KADIN tersebut sekaligus menjadi penanda berlanjutnya peran organisasi dunia usaha dalam pembangunan ekonomi Sulawesi Tengah. Di tengah fase baru tersebut, penghargaan kepada Arus Abdul Karim menjadi catatan atas satu periode kepemimpinan yang telah dilaluinya dan kontribusi yang pernah diberikan untuk dunia usaha di daerah.






