Jangan Asal Eksfoliasi, Ini Kesalahan yang Bisa Bikin Kulit Iritasi

  • Whatsapp
eksfoliasi berlebihan
ILUSRASI

JAKARTA, BULLETIN – Perawatan kulit berupa eksfoliasi memang dapat membantu mengangkat sel kulit mati, namun jika dilakukan secara eksfoliasi berlebihan justru dapat merusak pelindung kulit dan memicu iritasi. Banyak yang salah kaprah bahwa semakin sering eksfoliasi, kulit akan semakin bersih dan cerah. Padahal, hal tersebut justru berbahaya bagi kesehatan kulit.

American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan, eksfoliasi adalah proses mengangkat sel kulit mati dari lapisan terluar kulit. Metode eksfoliasi terbagi menjadi dua, yaitu eksfoliasi mekanis yang menggunakan scrub atau sikat, serta eksfoliasi kimia menggunakan bahan seperti AHA dan BHA.

Salah satu kesalahan paling umum yang menyebabkan eksfoliasi berlebihan adalah anggapan bahwa semakin sering dilakukan, kulit akan semakin bersih. Padahal, kulit membutuhkan waktu untuk memperbaiki diri setelah proses pengangkatan sel kulit mati.

Harvard Health menyebutkan, eksfoliasi berlebihan, baik dengan menggosok terlalu keras maupun menggunakan konsentrasi asam yang terlalu tinggi, dapat memicu iritasi dan peradangan. Kondisi ini bisa ditandai dengan kulit merah, terasa perih, kering, atau bahkan pecah-pecah.

Kesalahan lainnya adalah memilih metode eksfoliasi tanpa mempertimbangkan kondisi kulit. Kulit sensitif, kering, atau berjerawat lebih mudah mengalami iritasi, sehingga penggunaan eksfoliator yang terlalu agresif perlu dihindari untuk mencegah eksfoliasi berlebihan.

AAD juga mengingatkan bahwa penggunaan produk tertentu seperti retinoid atau retinol dan benzoyl peroxide dapat membuat kulit lebih sensitif. Melakukan eksfoliasi bersamaan dengan produk tersebut berpotensi memperparah kekeringan atau iritasi.

Eksfoliasi sebaiknya tidak dilakukan ketika kulit sedang mengalami luka terbuka atau terbakar matahari. Menggosok kulit yang sedang meradang dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko hiperpigmentasi jika terjadi iritasi akibat eksfoliasi berlebihan.

“Eksfoliasi tidak harus menjadi rutinitas harian,” kata perwakilan American Academy of Dermatology. Frekuensi aman dapat berbeda berdasarkan jenis kulit, tetapi sebaiknya tidak dilakukan setiap hari. Harvard Health menyarankan paling banyak sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu untuk penggunaan tertentu.

Berita Pilihan :  Resep Sate Ayam Bumbu Kacang: Gurih Manis, Cocok Menu Keluarga

Agar tidak berakhir dengan iritasi akibat eksfoliasi berlebihan, AAD menyarankan untuk memilih metode berdasarkan jenis dan kondisi kulit. Saat menggunakan scrub atau eksfoliator kimia, aplikasikan secara lembut dan hindari tekanan berlebihan pada kulit.

Setelah eksfoliasi, kulit perlu dibilas dengan air hangat suam-suam kuku dan dilanjutkan dengan pelembap untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Bagi yang baru mencoba produk eksfoliasi, penggunaan secara bertahap dapat membantu melihat bagaimana reaksi kulit.

Pada dasarnya, eksfoliasi bukanlah kewajiban untuk mendapatkan kulit sehat. Seseorang tetap dapat memiliki kulit sehat meskipun tidak melakukan eksfoliasi. Perawatan ini lebih tepat dipandang sebagai pilihan tambahan yang harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit untuk menghindari eksfoliasi berlebihan.

Jika setelah menggunakan eksfoliator kulit mengalami kemerahan, rasa terbakar, kering berlebihan, ruam, atau iritasi yang menetap, penggunaan produk sebaiknya dihentikan dan kondisi kulit dapat dikonsultasikan dengan dokter kulit.

Pos terkait