PALU, BULLETIN.ID – Bergabungnya 359 personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 746/Pusaka Sakti Manakarra ke dalam keluarga besar Kodam XXIII/Palaka Wira menjadi momentum untuk memperkuat soliditas satuan sekaligus menegaskan tuntutan disiplin, profesionalisme, dan tanggung jawab prajurit dalam menjalankan tugas.
Panglima Kodam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar, memimpin upacara penyambutan dan tradisi satuan di Lapangan Mayonif 711/Raksatama, Jalan Emi Saelan, Kota Palu, Senin (12/10/2026).
Penyambutan tersebut bukan sekadar penanda administratif bergabungnya ratusan personel ke dalam satuan baru. Momentum ini juga menjadi bagian dari pembentukan karakter prajurit, terutama dalam membangun kesamaan nilai, disiplin, dan kesiapan menghadapi tanggung jawab kedinasan.
Di lingkungan militer, soliditas dan jiwa korsa menjadi unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas. Namun, kebersamaan tersebut perlu berjalan seiring dengan profesionalisme, integritas, dan kepatuhan terhadap aturan agar setiap prajurit mampu menjalankan amanah secara bertanggung jawab.
Setelah upacara penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan Pangdam melalui Jam Komandan di Aula Yonif 711/Raksatama.
Dalam arahannya, Binsar menekankan agar seluruh personel Yonif TP 746/Pusaka Sakti Manakarra menjadikan momentum bergabung dengan Kodam XXIII/Palaka Wira sebagai awal pengabdian yang dilandasi disiplin, loyalitas, integritas, dan tanggung jawab.
Ia juga mengingatkan prajurit untuk menjaga soliditas dan kebersamaan serta berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap sikap, tindakan, dan pelaksanaan tugas.
Penekanan tersebut menempatkan pembinaan karakter sebagai bagian penting dari kesiapan prajurit. Kemampuan menjalankan tugas tidak hanya berkaitan dengan keterampilan militer, tetapi juga konsistensi menjaga etika, menaati aturan, dan mempertanggungjawabkan setiap tindakan.
Bagi satuan yang baru bergabung, proses penyesuaian terhadap lingkungan tugas dan nilai organisasi juga menjadi tahap penting untuk membangun pola kerja yang solid dan terarah.
Sebagai bagian dari satuan teritorial pembangunan, Yonif TP 746/Pusaka Sakti Manakarra membawa nama yang menempatkan aspek teritorial dan pembangunan sebagai bagian dari identitas satuan. Karena itu, penguatan internal perlu berjalan seiring dengan kejelasan pelaksanaan tugas dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Kehadiran prajurit di tengah masyarakat menuntut kemampuan membangun hubungan yang baik, menghormati lingkungan setempat, serta menjalankan tugas sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Dalam konteks tersebut, semangat pengabdian tidak cukup ditunjukkan melalui upacara dan peneguhan komitmen. Nilai-nilai yang disampaikan dalam pembinaan satuan perlu tercermin dalam perilaku prajurit, pelaksanaan tugas, dan hubungan dengan masyarakat.
Penerimaan 359 personel ini menjadi tahap awal bagi Yonif TP 746/Pusaka Sakti Manakarra untuk memperkuat kebersamaan dan menyesuaikan diri sebagai bagian dari Kodam XXIII/Palaka Wira.
Upacara tersebut turut dihadiri Irdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Gusti Nyoman Suriastawa, Kapoksahli Kodam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Sugiono, Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta, para pejabat utama Kodam XXIII/Palaka Wira, para kepala badan pelaksana, serta Danbrigif TP 30/KN.
Dengan bergabungnya ratusan personel tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan soliditas yang dibangun melalui tradisi satuan dapat diterjemahkan menjadi kesiapan menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab kepada bangsa dan negara.






