PM2.5 Palu Tembus 251, Pemkot Alihkan Sekolah ke Daring Selama 3 Hari

  • Whatsapp
PM2.5 Palu Tembus 251, Pemkot Alihkan Sekolah ke Daring Selama 3 Hari. (Foto:Imron)

PALU, BULLETIN.ID – Kualitas udara yang masih tergolong tidak sehat mendorong Pemerintah Kota Palu mengalihkan pembelajaran jenjang TK hingga SMP ke sistem daring selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi paparan polusi terhadap anak-anak di tengah tingginya konsentrasi partikel pencemar udara.

Data pemantauan kualitas udara yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan diterima BPBD Kota Palu menunjukkan konsentrasi partikulat sempat mencapai tingkat tinggi pada 16 Oktober 2026.

Saat itu, konsentrasi PM1 tercatat mencapai 245 mikrogram per meter kubik (µg/m³), PM2.5 sebesar 251 µg/m³, dan PM10 mencapai 249 µg/m³.

Pada Minggu (18/10/2026), angkanya menurun menjadi PM1 sebesar 153 µg/m³, PM2.5 sebesar 160 µg/m³, dan PM10 sebesar 162 µg/m³. Meski mengalami penurunan dibandingkan dua hari sebelumnya, kondisi tersebut masih memerlukan kewaspadaan, terutama terhadap paparan partikel halus PM2.5.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan pemerintah mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah sebagai langkah mengurangi paparan pencemaran udara.

“Kondisi udara masih tergolong kurang baik dan tidak sehat. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk terus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah maupun di dalam ruangan apabila merasa kurang sehat,” ujar Hadianto di Lapangan Faqih Rasyid, Minggu.

Selain mengimbau penggunaan masker, Pemkot Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa TK, SD, hingga SMP selama tiga hari.

Kebijakan yang berlaku Senin hingga Rabu, 19–21 Oktober 2026, tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan peserta didik. Pemkot juga mempertimbangkan masukan dari orang tua dan masyarakat terkait kondisi udara di Kota Palu.

Berita Pilihan :  1.125 Mahasiswa KKN UIN Datokarama Dituntut Hasilkan Program Berkelanjutan

“Anak-anak sekolah tetap mengikuti proses belajar mengajar, namun pelaksanaannya dialihkan secara daring selama tiga hari ke depan. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kesehatan anak-anak kita serta memperhatikan masukan dari orang tua dan masyarakat,” kata Hadianto.

Pengalihan pembelajaran ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum sepenuhnya membaik. Namun, pemantauan kondisi udara secara berkala tetap diperlukan untuk menentukan langkah lanjutan setelah masa pembelajaran daring berakhir.

Hadianto juga meminta masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan kondisi udara agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Menurut dia, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Palu disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan.

“Pemerintah Kota Palu memastikan seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit siap memberikan pelayanan terbaik serta perhatian khusus bagi warga yang terdampak kondisi udara saat ini,” tegasnya.

Meski pemantauan visual menunjukkan langit Kota Palu mulai tampak lebih cerah, perubahan kondisi langit tidak serta-merta memastikan kualitas udara telah kembali aman. Penilaian tetap perlu mengacu pada hasil pengukuran konsentrasi polutan.

Pemkot Palu berharap kualitas udara segera kembali normal agar kegiatan masyarakat dan pembelajaran tatap muka dapat berlangsung kembali tanpa meningkatkan risiko paparan pencemaran bagi warga.

Pos terkait