Ekspor Nikel Sulsel Tembus US$584,16 Juta

  • Whatsapp
Di tengah besarnya peran nikel dalam perdagangan daerah, PT Vale Indonesia Tbk mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal melalui pameran UMKM binaan dan pembukaan akses kerja dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Minggu (18/10/2026). (Foto:Ist)

MAKASSAR,BULLETIN.ID  — Besarnya kontribusi nikel terhadap ekspor Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi persoalan nilai perdagangan, tetapi juga tantangan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pembukaan akses kerja menjadi bagian penting agar aktivitas industri turut mendorong ekonomi lokal.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat, komoditas nikel menyumbang 57,11 persen dari total ekspor Sulsel sepanjang Januari–Agustus 2026. Nilai ekspor nikel pada periode tersebut mencapai US$584,16 juta atau sekitar Rp10,55 triliun, berdasarkan keterangan Kepala BPS Sulsel Aryanto yang dikutip dalam siaran pers PT Vale Indonesia Tbk.

Sementara itu, nilai ekspor melalui Pelabuhan Malili, yang menjadi salah satu jalur pengapalan komoditas nikel, mencapai US$581 juta pada periode yang sama.

Di tengah besarnya peran nikel dalam perdagangan daerah, PT Vale Indonesia Tbk mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal melalui pameran UMKM binaan dan pembukaan akses kerja dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Minggu (18/10/2026).

Perusahaan yang merupakan bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) tersebut menghadirkan produk UMKM binaan dari wilayah operasional Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, dalam Expo UMKM dan Kuliner di Lapangan Hasanuddin.

Produk yang dipamerkan meliputi keripik pisang, aneka camilan lokal, serta kerajinan anyaman. Keikutsertaan pelaku usaha tersebut menjadi upaya memperluas promosi produk masyarakat di luar wilayah pemasaran mereka selama ini.

Director and Chief of Project Officer Vale Indonesia, Muhammad Asril, mengatakan pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.

“UMKM lokal tentu menjadi bagian yang sangat penting dari perjalanan pertumbuhan kami. Program pemberdayaan UMKM merupakan salah satu komitmen kami untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah, seiring dengan pertumbuhan usaha,” kata Asril dalam siaran pers perusahaan.

Menurut Asril, investasi Vale Indonesia di Luwu Timur turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Namun, manfaat investasi tersebut perlu diperkuat melalui sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Selain mempromosikan produk usaha lokal, Vale Indonesia juga berpartisipasi dalam kegiatan job fair yang dibuka sejak Jumat (16/10/2026). Program tersebut memberikan akses informasi kesempatan kerja bagi masyarakat Sulawesi Selatan untuk berkarier di Vale Indonesia maupun perusahaan mitranya.

Asril mengatakan pembukaan kesempatan kerja menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas kontribusi terhadap masyarakat di sekitar kegiatan usaha.

Besarnya nilai ekspor nikel Sulawesi Selatan memperlihatkan pentingnya sektor pertambangan dalam perekonomian daerah. Namun, penguatan ekonomi masyarakat juga membutuhkan upaya agar pelaku UMKM mampu memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan membangun usaha yang berkelanjutan.

Partisipasi dalam pameran dan job fair membuka ruang promosi serta akses informasi bagi masyarakat. Keberlanjutan manfaatnya akan bergantung pada pengembangan kapasitas usaha, tindak lanjut peluang pasar, dan keterhubungan tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri.

Vale Indonesia juga akan terus mendorong pemberdayaan masyarakat seiring pengembangan usaha pertambangan dan pengolahan nikel di Indonesia.

Pos terkait