Pembangunan Bendung D.I. Salugan Mendukung Produktivitas Pertanian di Kabupaten Tolitoli

  • Whatsapp

BULLETIN.ID – Pembangunan Bendung D.I. Salugan Kabupaten Tolitoli yang dimulai pada 9 November 2017 telah mencapai tahap penting dalam pengembangan infrastruktur irigasi. Pada tanggal 15 Desember 2022, pekerjaan konstruksi berhasil menyelesaikan 1 Unit Bendung beserta lanskapnya, Saluran Primer Salugan sepanjang 3 km, Saluran Sekunder Salugan sepanjang 8,2 km, dan Saluran Sekunder Sibea sepanjang 2,4 km. Hasil dari proyek ini adalah peningkatan signifikan dalam pengairan lahan pertanian di wilayah tersebut.

Saat ini, lahan yang sudah dialiri oleh irigasi tersebut sebanyak 40 sampai 50 hektar khusus di wilayah sibea, sedangkan untuk wilayah salugan pihak BWS Sulawesi lll  masih akan melakukan perbaikan saluran, yang dikerjakan oleh PT. brantas abipraya yang akan dimulai pada akhir oktober dan ditargetkan selesai pada pertengahan desember 2023 mendatang. 

Diharapkan Ketika masa pemeliharaan selesai kedua saluran tersebut baik itu sekunder sibea maupun sekunder salugan akan mampu mengairi sekitar 1.100 hektar lahan pertanian. 

Untuk itu dukungan dinas pertanian dan ketahanan pangan berupa pencetakan lahan dianggap sangat penting. 

“Harapan masyarakat adalah bahwa luas lahan yang dapat dialiri air akan terus bertambah, dengan potensi mencapai 3.286 hektar” Kata Aji Widyatmoko PPK irigasi dan rawa l balai wilaya Sungai Sulawesi lll.

Aji menjelaskan bahwa Pada tanggal 11 Mei 2023, telah dilaksanakan uji pengaliran bendung D.I. Salugan yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk BAPPEDA Kabupaten Tolitoli, Dinas pekerjaan umum,tata ruang Kabupaten Tolitoli, dinas tanaman pangan dan hortikultura Kabupaten Tolitoli, polsek lampasio, PT. brantas abipraya, serta tokoh masyarakat setempat. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan untuk Operasi dan Pemeliharaan Yang melibatkan uji pengaliran, pemberdayaan P3A (Poktan Pertanian Perikanan dan Peternakan) lokal, dan penyediaan sarana pendukung irigasi.

Mulai bulan Juli 2023, distribusi air telah dimulai, dan air dialokasikan melaluiBangunan Induk Salugan 3 dan BangunanSekunder Sibea 1 kepada Kelompok Tani, terutama pada sawah yang terletak di Desa Sibea. Dari luas lahan irigasi sekitar 225 hektar di Desa Sibea, sekitar 40 hektar telah menerima suplai air dari saluran sekunder Saluran. 

Berita Pilihan :  Program IMIP Raih Empat Penghargaan CSR & ESG Summit Awards 2026

Masyarakat setempat telah mulai bercocok tanam, dan diharapkan bahwa semangat ini akan mendorong mereka untuk lebih produktif dalam mengelola lahan pertanian mereka.

Sementra itu, Mohamad Saiful selakupengawas lapangan BWS Sulawesi mengatakan, bahwa Saat ini, daerah irigasi Salugan masih berada dalam tahap pemeliharaan hingga tanggal 15 Desember 2023. 

Inventarisasi terhadap konstruksi bangunanutama, bangunan pelengkap, dan saluranpembawa yang telah dibangun terus dilaksanakan. 

“PT Brantas Abipraya merencanakan kegiatan perbaikan dan pembersihan yang dijadwalkan dimulai pada akhir Oktober, sebagai persiapan untuk penyerahan akhir yang diharapkan bisa dilakukan pada bulan Desember mendatang ”ucap Saiful

Sejalan dengan proyek ini, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu telah mengusulkan pelaksanaan Studi Khusus untuk penanganan pada beberapa ruas saluran, termasuk Saluran Sekunder Kompi, ruas ujung Saluran Sekunder Salugan, saluran pembuang, dan bangunan pembagi. 

Lokasi yang dimaksud adalah tanah rawa, di mana Saluran Sekunder Kompi, yang memiliki luas mencapai 1.166 hektar, telah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Studi ini diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam melanjutkan pembangunan saluran irigasi danbangunan terkait.

Pembangunan Bendung D.I. SaluganKabupaten Tolitoli dan upaya pengembanganirigasi di wilayah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dalam jangka panjang.(Bulletin/Wawa) 

Pos terkait