3.000 Hektare Sawah Tadah Hujan Gagal Tanam di Parigi Moutong 

  • Whatsapp
3.000 Hektare Sawah Tadah Hujan Gagal Tanam di Desa Kota Raya Timur, Desa Kota Raya Tenggara, dan Desa Kota Raya Selatan, Kecamatan Mepanga, serta Desa Lambanau, Kecamatan Ongka Malino. Foto:Ist

PARIMO, BULLETIN.ID  — Kekeringan melanda sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dan berdampak serius terhadap sektor pangan. Sedikitnya 3.000 hektare sawah tadah hujan dilaporkan gagal tanam akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, kekeringan terjadi di Desa Kota Raya Timur, Desa Kota Raya Tenggara, dan Desa Kota Raya Selatan, Kecamatan Mepanga, serta Desa Lambanau, Kecamatan Ongka Malino. 

Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, menjelaskan bahwa kekeringan terutama melanda lahan pertanian sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan musiman. 

“Berkurangnya intensitas hujan menyebabkan lahan persawahan tidak mendapatkan pasokan air yang memadai. Kondisi tanah menjadi kering dan retak, sehingga petani terpaksa menunda bahkan membatalkan masa tanam,” ujar Asbudianto. Rabu (28/1/2026) 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian, dampak kekeringan ini dinilai signifikan terhadap ketahanan pangan dan ekonomi petani setempat. Hingga saat ini, BPBD bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong masih melakukan asesmen lanjutan untuk memetakan potensi kerugian dan kebutuhan lapangan.

Sebagai langkah awal penanganan, BPBD Sulteng telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong guna menyiapkan upaya mitigasi darurat. 

Sejumlah kebutuhan mendesak telah diidentifikasi, antara lain pasokan air bersih atau irigasi darurat, pompa air dan selang untuk penyaluran dari sumber terdekat, serta pembangunan sumur dangkal atau sumur bor sementara di area persawahan kritis.

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi kekeringan masih berlangsung. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BNPB dan kementerian terkait untuk mempercepat penanganan serta mencegah meluasnya dampak terhadap produksi pangan di wilayah tersebut.

Berita Pilihan :  Pelajar Banggai Kepulauan Diajak Jadi Agen Keselamatan Jalan Raya

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya petani, untuk menyesuaikan pola tanam dan segera melaporkan perkembangan kondisi lapangan guna mendukung penanganan yang cepat dan tepat sasaran.

Pos terkait