PALU,BULLETIN.ID — Dua pendaki yang dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Dako, Desa Lakatan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan, Selasa (24/3).
Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu dari rekan korban pada pukul 14.16 WITA. Laporan menyebutkan dua pendaki hilang setelah terpisah dari rombongan saat melakukan pendakian pada Senin (23/3).
Berdasarkan kronologi, kedua korban bersama dua rekannya memulai pendakian sekitar pukul 11.00 WITA. Saat tiba di Pos 3, dua korban memilih beristirahat karena kelelahan, sementara dua rekannya melanjutkan perjalanan ke puncak. Namun, ketika kembali sekitar pukul 13.00 WITA, kedua korban sudah tidak berada di lokasi. Upaya pencarian awal oleh rekan korban tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke tim SAR.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan memulai operasi pencarian pada Selasa pagi dengan terlebih dahulu melakukan briefing, pengecekan kesiapan personel dan peralatan, serta pembagian tugas sesuai rencana operasi.
Sekitar pukul 13.50 WITA, tim SAR menerima informasi dari aparat desa setempat bahwa kedua korban telah ditemukan oleh seorang petani di area sekitar 14 kilometer arah barat daya dari lokasi kejadian awal. Keduanya ditemukan dalam kondisi selamat.
Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Puskesmas Baolan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 14.20 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut, mulai dari tim rescue, aparat keamanan, BPBD, relawan Mapala, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat.
Adapun identitas korban masing-masing Moh. Agil (21) dan Moh. Rifal (18). Keduanya dilaporkan dalam kondisi selamat (S).
Operasi ini melibatkan sejumlah peralatan pendukung seperti kendaraan rescue, alat navigasi, peralatan jungle, komunikasi, serta perlengkapan medis dan evakuasi.






