PARIS, BULLETIN – DJ elektronik asal Prancis, Kavinsky, yang dikenal lewat lagu “Nightcall”, meninggal dunia pada usia 50 tahun. Musisi dengan nama asli Vincent Belorgey tersebut ditemukan wafat di kediamannya di Paris pada 28/07/2026. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian Kavinsky.
Berdasarkan laporan dari media Prancis BFMTV, Kantor Kejaksaan Paris telah membuka investigasi terkait penyebab kematian musisi Kavinsky. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai alasan wafatnya DJ Prancis tersebut. Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap detail seputar kepergian Kavinsky.
Kavinsky memulai karier musiknya pada awal tahun 2000-an, merilis EP pertamanya “Teddy Boy” pada 2006. Namanya mulai dikenal luas setelah menjadi pembuka tur duo elektronik Daft Punk di tahun 2007. Perjalanan karier Kavinsky menunjukkan dedikasi panjangnya di dunia musik elektronik.
Puncak popularitas Kavinsky tercapai dengan perilisan lagu “Nightcall” pada 2010. Lagu bergenre synth-pop bernuansa 1980-an ini kemudian menjadi soundtrack pembuka film “Drive” yang dibintangi Ryan Gosling pada 2011. Karya Kavinsky ini berhasil membius penikmat musik dan film di seluruh dunia.
Lebih dari satu dekade berselang, “Nightcall” kembali menarik perhatian global ketika lagu tersebut diputar dalam upacara penutupan Olimpiade Paris 2024. Penampilan ini memperkenalkan musik Kavinsky kepada generasi pendengar yang lebih muda. Meskipun Kavinsky meninggal dunia, karyanya tetap relevan.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai tokoh penting di Prancis. Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard, menyatakan melalui akun X-nya bahwa kepergian Kavinsky merupakan kehilangan besar bagi industri musik.
“Kepergian mendadak Kavinsky membuat Prancis kehilangan salah satu suara paling unik yang pernah dimilikinya. Dari film Drive hingga Olimpiade Paris, dunia menikmati Nightcall. Musiknya yang memadukan nuansa nostalgia dan irama yang enerjik akan terus dikenang lintas generasi,” kata Catherine Pégard, Menteri Kebudayaan Prancis.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyampaikan penghormatan melalui akun Facebook resminya.
“Kavinsky, kebanggaan Prancis untuk selamanya,” kata Emmanuel Macron, Presiden Prancis.
Sampai berita ini ditulis, pihak keluarga maupun perwakilan dari mendiang Kavinsky belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti dari kematiannya. Penyelidikan atas kematian Kavinsky masih berlangsung.






