Sopir Truk Soroti SOP Keselamatan KMP Mutiara Sentosa 2, Desak Evaluasi Menyeluruh Pascakebakaran

  • Whatsapp
SOP Keselamatan KMP Mutiara Sentosa 2

MAKASSAR, BULLETIN – Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 memicu sorotan tajam dari para sopir truk lintas Makassar-Surabaya terhadap implementasi SOP Keselamatan KMP Mutiara Sentosa 2. Mereka mendesak pemerintah dan perusahaan pelayaran untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh usai insiden darurat yang dinilai tidak sesuai prosedur standar.

Ketua Sopir Lintas Makassar-Surabaya, Udin Karo-Karo, menyatakan proses evakuasi penumpang saat kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 tidak berjalan sesuai standar SOP Keselamatan KMP Mutiara Sentosa 2. Ia mengungkapkan, banyak sopir harus menyelamatkan diri masing-masing akibat minimnya panduan dari Anak Buah Kapal (ABK) yang seharusnya memimpin evakuasi. Kondisi ini menunjukkan adanya penyimpangan serius dari prosedur keselamatan pelayaran yang berlaku.

“Seandainya berdasarkan SOP pelayaran, paling tidak ada ABK yang berdiri memandu penumpang. Yang terjadi di lapangan, sekitar 40 persen sopir menyelamatkan diri masing-masing. Ini sudah melenceng jauh dari aturan,” kata Udin Karo-Karo, Ketua Sopir Lintas Makassar-Surabaya.

Menurut Udin, peran ABK dalam situasi darurat sangat vital untuk memastikan evakuasi berlangsung tertib dan terkendali. Keberadaan ABK yang terlatih dan responsif merupakan bagian integral dari SOP Keselamatan KMP Mutiara Sentosa 2 yang efektif. Tanpa arahan yang jelas, penumpang dan awak kendaraan rentan mengalami kepanikan.

Udin mendesak pemerintah melalui regulator pelayaran, otoritas pelabuhan, serta perusahaan pengelola angkutan laut untuk segera mengevaluasi sistem SOP Keselamatan KMP Mutiara Sentosa 2 secara menyeluruh. Ia berharap penyebab insiden kebakaran ini dapat diusut tuntas, apakah karena kelalaian atau faktor lainnya yang mempengaruhi penerapan SOP Keselamatan KMP Mutiara Sentosa 2.

Udin juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan kompensasi bagi para korban yang mengalami kerugian akibat insiden tersebut. “Kami meminta pihak terkait mengkaji ulang penyebab insiden ini, apakah karena faktor kelalaian atau hal lain. Selain itu, harus ada tanggung jawab dan kompensasi bagi para korban yang dirugikan,” kata Udin. Pihak yang berwenang seperti Komite Nasional Keselamatan Transportasi diharapkan dapat melakukan investigasi mendalam.

Berita Pilihan :  Persaingan Ganda Campuran US Open 2026 Memanas: Alcaraz-Sinner Absen, Peluang Terbuka

Ia berharap, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua operator kapal penyeberangan untuk memperkuat penerapan standar keselamatan. Peningkatan kesiapan fasilitas darurat hingga pelatihan awak kapal dalam menangani kondisi krisis harus menjadi prioritas, memastikan SOP Keselamatan KMP Mutiara Sentosa 2 serta kapal lainnya berjalan optimal.

“Kalau kita berbicara sesuai prosedur sudah melenceng dari aturan-aturan pelayaran,” pungkas Udin.

Pos terkait