BOGOR, BULLETIN – Gelandang Timnas Vietnam, Nguyen Hai Long, menjadi sorotan utama dalam pertandingan melawan Timnas Indonesia di Stadion Pakansari bukan hanya karena kontribusinya bermain, tetapi juga selebrasi Nguyen Hai Long yang mencuri perhatian publik setelah mencetak gol.
Sesaat setelah berhasil menjebol gawang Indonesia, pemain Vietnam itu terlihat menunjuk langsung ke lencana emas juara AFF yang terpasang di jersey timnya. Gestur selebrasi Nguyen Hai Long tersebut dianggap banyak pihak sebagai simbol kebanggaan sekaligus pengingat bahwa Vietnam datang ke pertandingan sebagai juara bertahan turnamen.
Aksi selebrasi Nguyen Hai Long kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari pendukung kedua negara dalam waktu singkat.
Suporter Vietnam menilai tindakan Nguyen Hai Long sebagai bentuk kepercayaan diri dan kebanggaan terhadap pencapaian timnya sebagai kampiun Piala AFF. Mereka melihat gestur selebrasi Nguyen Hai Long tersebut sebagai motivasi untuk mempertahankan status juara di ajang bergengsi kawasan Asia Tenggara.
“Selebrasi Nguyen Hai Long itu menunjukkan semangat kami sebagai juara. Kami ingin membuktikan bahwa Vietnam tetap menjadi kekuatan utama di Piala AFF,” ujar salah satu pendukung Vietnam di media sosial.
Namun, sebagian pendukung Indonesia menilai selebrasi Nguyen Hai Long bernuansa provokatif, terutama karena laga Vietnam kontra Indonesia selalu berlangsung dengan tensi tinggi dan memiliki sejarah rivalitas panjang di kawasan Asia Tenggara.
Pertandingan kedua tim kembali menjadi perhatian besar publik sepak bola ASEAN. Setiap pertemuan Indonesia dan Vietnam dalam turnamen regional kerap menghadirkan persaingan ketat, baik di level Piala AFF maupun kompetisi internasional lainnya.
Terlepas dari berbagai reaksi yang muncul terhadap selebrasi Nguyen Hai Long, aksi tersebut kembali menunjukkan bahwa rivalitas Indonesia dan Vietnam tidak hanya terjadi di dalam lapangan, tetapi juga menjadi perhatian besar para pendukung kedua tim di luar pertandingan.






