GLASGOW, BULLETIN – Perjalanan Rangers di Liga Europa harus terhenti setelah gagal mempertahankan keunggulan agregat melawan Jagiellonia Bialystok. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi pelatih Derek McInnes, yang kini menghadapi krisis awal kepemimpinan usai Rangers tersingkir Liga Europa tanpa kemenangan dalam empat pertandingan perdananya.
Bermain di kandang sendiri, Ibrox, Rangers hanya mampu menang tipis 1-0 atas Jagiellonia melalui gol Lawrence Shankland sebelum akhirnya ditahan imbang 1-1, membuat Jagiellonia melaju ke babak berikutnya dengan keunggulan agregat. Hasil ini memperpanjang rekor buruk McInnes yang belum meraih kemenangan sejak dipercaya menukangi Rangers, dan kini timnya dipastikan Rangers tersingkir Liga Europa.
Rangers sejatinya memulai pertandingan dengan agresif. Kiper Jagiellonia, Slawomir Abramowicz, beberapa kali harus berjibaku menghalau ancaman dari Dujon Sterling dan Shankland. Namun, Jagiellonia juga mampu memberikan perlawanan, dengan tembakan Jesus Imaz yang sempat membentur tiang gawang Rangers.
Tekanan dari tim tuan rumah akhirnya membuahkan hasil. Setelah peninjauan VAR yang menunjukkan bola menyentuh tangan Yuki Kobayashi di kotak penalti, Lawrence Shankland sukses mengeksekusi tendangan penalti. Gol ini membuat Rangers unggul 1-0 dan menyamakan agregat menjadi 2-2, membangkitkan harapan untuk membalikkan keadaan.
Namun, momentum yang sempat diraih Rangers tidak bertahan lama. Pergantian taktik yang dilakukan McInnes di awal babak kedua justru menjadi bumerang. Thelo Aasgaard ditarik keluar dan digantikan Ross McCrorie, mengubah formasi Rangers menjadi empat bek, yang menyebabkan tim kehilangan daya serang.
Jagiellonia memanfaatkan situasi ini dengan baik. Serangan dari sisi sayap membuahkan hasil ketika Anders Klynge mengirim umpan silang akurat yang disundul masuk oleh Nik Prelec di tiang jauh. Gol ini mengubah skor menjadi 1-1 dan mengembalikan keunggulan agregat untuk Jagiellonia, memastikan Rangers tersingkir Liga Europa.
Rangers berusaha merespons dengan memasukkan pemain cadangan, termasuk umpan silang dari Findlay Curtis yang menciptakan peluang bagi Bojan Miovski. Sayangnya, sundulan Miovski melebar tipis dari tiang jauh, menjadi salah satu peluang terakhir Rangers untuk menyelamatkan diri dari eliminasi di Liga Europa.
McInnes mengakui bahwa performa timnya belum mencapai standar yang diharapkan.
“Dalam empat pertandingan yang kami jalani, ada beberapa momen bagus, tetapi itu belum cukup. Penampilan selama 90 menit juga belum cukup kuat,” kata Derek McInnes, dikutip darai BBC Sport
Ia menambahkan, Rangers seharusnya mampu memenangkan pertandingan ini.
“Kami seharusnya memenangkan pertandingan ini. Jagiellonia adalah tim yang bagus dengan beberapa pemain berkualitas dan mereka dilatih dengan baik, tetapi Rangers dalam performa terbaik seharusnya memenangkan pertandingan ini,” ujarnya.
Kegagalan ini menambah tekanan pada McInnes, yang sebelumnya dipuji atas prestasinya bersama Hearts. Rangers kini belum menang dalam empat laga, termasuk dua pertandingan di Scottish Premiership, dan kini Rangers tersingkir Liga Europa. Kekecewaan para pendukung di Ibrox terlihat jelas dengan sorakan negatif di akhir pertandingan.
Meskipun Rangers tersingkir Liga Europa, mereka masih memiliki kesempatan di kompetisi Eropa. Rangers akan menghadapi Jablonec dari Republik Ceko pada babak play-off Liga Konferensi. Leg pertama dijadwalkan pada Kamis pekan depan. Sebelum itu, Rangers akan melawan St Mirren di babak 16 besar Premier Sports Cup pada Minggu, 16/08/2026.
Dua pertandingan mendatang menjadi krusial bagi Derek McInnes untuk meredakan tekanan dan membuktikan kemampuannya sebagai pelatih. Setelah awal yang mengecewakan, McInnes menghadapi ujian besar untuk membawa Rangers kembali ke jalur kemenangan.
Sumber : BBC Sport






