UIN Palu Gencarkan Penguatan Wawasan Keislaman Mahasiswa Melalui ‘Mahad Mengkaji’

  • Whatsapp
Penguatan Wawasan Keislaman Mahasiswa
UIN Palu Gencarkan Penguatan Wawasan Keislaman Mahasiswa Melalui 'Mahad Mengkaji'. (Foto:Ist(

PALU, BULLETIN – Mahad Aljamiah Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggencarkan penguatan wawasan keislaman mahasiswa atau mahasantri. Langkah ini bertujuan mencetak generasi muda yang cerdas secara akademik sekaligus kokoh secara spiritual, membendung paham ekstrem.

Penguatan wawasan keislaman mahasiswa ini direalisasikan melalui program bertajuk ‘Mahad Mengkaji’. Kegiatan ini sudah dimulai pada Jumat, 19 September 2026, bertempat di UPT Mahad Aljamiah UIN Datokarama, Kelurahan Tipo. Program ini diikuti 70 mahasantri, termasuk mahasiswa UIN Datokarama yang berasal dari berbagai negara di Benua Afrika hingga Asia, demi meningkatkan pemahaman keislaman.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Datokarama, Doktor Hamka, menyampaikan pentingnya penguatan wawasan keislaman mahasantri ini. Menurutnya, hal ini krusial agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh paham ekstrem yang dapat menyesatkan.

“Penguatan wawasan keislaman di Ma’had Al-Jami’ah menjadi fondasi penting agar mahasiswa UIN Palu tidak mudah terombang-ambing oleh pemikiran ekstrem, sekaligus siap menjadi pencerah di tengah masyarakat,” kata Doktor Hamka.

Doktor Hamka juga menambahkan bahwa Kementerian Agama sebagai naungan UIN Datokarama, memiliki tanggung jawab mengoptimalkan pembinaan dan peningkatan wawasan mahasiswa. Pembinaan ini secara khusus menyasar mahasantri pada Mahad Aljamiah, dengan fokus pada penguatan wawasan keislaman mahasiswa.

Pembinaan tersebut dilaksanakan dengan menguatkan pemahaman tentang moderasi beragama. Hal ini bertujuan untuk membendung arus radikalisme dan fanatisme sempit di kalangan mahasiswa. Nilai-nilai moderasi seperti komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta akomodatif terhadap budaya lokal diintegrasikan ke dalam seluruh materi kajian di Mahad Aljamiah. Penguatan wawasan keislaman mahasiswa menjadi kunci keberhasilan program ini.

Berita Pilihan :  14 September 2026 Hari Apa? Ini Sejarah Hari Kunjung Perpustakaan

“Oleh karena itu kami sangat setuju dan mendukung program ini, yang lebih menekankan pada kajian kritis, bukan dogmatis,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Mahad Aljamiah UIN Datokarama, Dr. H. Arfan Hakim, menjelaskan bahwa ‘Mahad Mengkaji’ adalah program Mahad Aljamiah UIN Datokarama untuk memberikan penguatan wawasan kajian keislaman kepada seluruh mahasantri. Program ini khususnya ditujukan bagi mereka yang tinggal di Mahad, dengan fokus pada penguatan wawasan keislaman mahasiswa.

Program yang dirancang tidak hanya berfokus pada hafalan dan kajian kitab, tetapi juga penanaman nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyyah). Selain itu, ada pembinaan rutin dalam membaca, menghafal, serta memahami Al-Qur’an dan bahasa asing (Arab dan Inggris). Pembentukan karakter Islami juga menjadi prioritas melalui pembiasaan ibadah berjamaah, akhlakul karimah, dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan asrama maupun kampus. Semua ini merupakan bagian integral dari penguatan wawasan keislaman mahasiswa.

“Dengan adanya program yang terstruktur ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul di bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga mampu menjadi agen kedamaian dan teladan di lingkungan sosial,” ungkap Doktor H. Arfan.

Program ini turut dihadiri beberapa dosen pengajar, termasuk Kepala Pusat Hubungan Internasional LP2M, Dr. Darlis, M.S.I., sebagai penanggung jawab mahasiswa asing. Dalam sambutannya, Dr. Darlis menegaskan bahwa program penguatan wawasan keislaman mahasiswa ini akan digelar secara rutin setiap magrib dengan melibatkan dosen dari berbagai kepakaran ilmu.

Pos terkait