14 September 2026 Hari Apa? Ini Sejarah Hari Kunjung Perpustakaan

  • Whatsapp
Hari Kunjung Perpustakaan 2026
ilustrasi

PALU, BULLETIN – Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap 14 September kembali menjadi momentum untuk melihat persoalan literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Pada Senin, 14 September 2026, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kunjung Perpustakaan. Peringatan ini tidak sekadar mendorong masyarakat datang ke perpustakaan, tetapi juga menjadi pengingat mengenai pentingnya akses terhadap pengetahuan dan budaya membaca.

Hari Kunjung Perpustakaan 2026 menandai peringatan yang berawal dari gagasan Kepala Perpustakaan Nasional RI pertama, Mastini Hardjoprakoso. Usulan ini disampaikan melalui Surat Nomor 020/A1/VIII/1995 tertanggal 11 Agustus 1995. Salah satu tujuan pencanangan Hari Kunjung Perpustakaan adalah menanamkan kebiasaan masyarakat berkunjung ke perpustakaan sekaligus meningkatkan kegemaran membaca. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lamongan mencatat bahwa peringatan ini dimulai sejak 14 September 1995.

Namun, hampir tiga dekade setelah peringatan tersebut dimulai, tantangan literasi mengalami perubahan. Masyarakat kini tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui buku dan ruang perpustakaan. Informasi hadir setiap saat melalui mesin pencari, media sosial, platform video, hingga berbagai aplikasi digital. Kondisi tersebut membuat kemampuan membaca perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memahami dan memeriksa informasi, menjadikan tantangan untuk Hari Kunjung Perpustakaan 2026 semakin kompleks.

Perpustakaan karena itu memiliki peluang untuk memainkan peran yang lebih luas. Selain menyediakan koleksi bacaan, perpustakaan dapat menjadi ruang pembelajaran, diskusi, pencarian informasi, pengembangan keterampilan, sekaligus tempat masyarakat membangun kebiasaan membaca secara kritis. Perpustakaan Nasional sebelumnya menempatkan September sebagai Bulan Gemar Membaca. Momentum tersebut memperkuat pesan bahwa budaya membaca tidak cukup dibangun melalui kegiatan seremonial, tetapi membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, ini relevan untuk Hari Kunjung Perpustakaan 2026.

Berita Pilihan :  Anwar Hafid Bawa Program Beasiswa Berani Cerdas ke Forum Nasional ETOS ID

Bagi generasi muda, tantangan literasi bahkan semakin kompleks. Kemudahan mendapatkan informasi tidak selalu diikuti kemampuan menilai kualitas informasi tersebut. Seseorang dapat membaca puluhan hingga ratusan informasi dalam sehari melalui telepon pintar, tetapi belum tentu memahami konteks, sumber, maupun kebenaran informasi yang dikonsumsi.

Karena itu, Hari Kunjung Perpustakaan 2026 dapat menjadi momentum untuk menggeser cara pandang terhadap perpustakaan. Perpustakaan tidak lagi cukup dipahami sebagai tempat meminjam dan menyimpan buku. Ia perlu hadir sebagai ruang publik yang membantu masyarakat menemukan pengetahuan yang kredibel sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis. Semangat tersebut juga sejalan dengan perkembangan layanan perpustakaan yang semakin memanfaatkan teknologi dan koleksi digital.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan Hari Kunjung Perpustakaan 2026 bukan hanya bertambahnya jumlah orang yang datang pada 14 September. Yang lebih penting adalah apakah kunjungan tersebut mampu membentuk kebiasaan membaca, memperluas pengetahuan, serta mendorong masyarakat menjadi lebih kritis dalam menghadapi derasnya informasi. Sebab, di tengah banjir informasi, persoalan terbesar bukan lagi sekadar menemukan informasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat mampu menemukan informasi yang benar, memahami konteksnya, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Pos terkait