JAKARTA, BULLETIN.ID – Kopi Rimba produksi kelompok tani hutan agroforestry Desa Oncone Raya, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendapat panggung dalam pameran SOLUSI Day Integrasi Darat dan Laut untuk Indonesia Tangguh dan Lestari di Hotel Pullman Jakarta, Senin (28/9/2026).
Kopi robusta asal Parigi Moutong tersebut menjadi salah satu produk masyarakat yang dipamerkan sekaligus dipasarkan dalam kegiatan yang mempertemukan berbagai inisiatif pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Produk Kopi Rimba yang ditampilkan terdiri atas tiga bentuk, yakni kopi bubuk, roast bean, dan travel drip. Produk tersebut sebelumnya melalui proses seleksi untuk dapat dipamerkan dan dipasarkan melalui koperasi Yayasan KEHATI.
Kehadiran Kopi Rimba di ajang tersebut menjadi kesempatan bagi produk kelompok tani hutan dari Parigi Moutong untuk diperkenalkan kepada peserta dan pengunjung forum di tingkat nasional.
Perwakilan Relawan untuk Orang dan Alam, Artati Bingge, mengatakan produk Kopi Rimba mendapat respons positif dari pengunjung pameran.
“Kopi Rimba jenis robusta yang dipilih dalam bentuk kemasan kopi bubuk, roast bean dan travel drip. Kami bersyukur pada kegiatan SOLUSI Day mendapat tempat di hati para peserta dan pengunjung,” ujar Artati.
Menurut Artati, produk tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai komoditas kopi, tetapi juga merepresentasikan usaha masyarakat di tingkat tapak yang dikembangkan dengan memperhatikan prinsip ramah lingkungan dan kelestarian.
Ia mengatakan pengembangan usaha masyarakat dilakukan tidak hanya melalui komoditas kopi. Kelompok masyarakat juga mengembangkan pengelolaan sampah yang diarahkan menjadi bagian dari ekonomi sirkular.
“Selain kopi, juga dikembangkan usaha lainnya, di antaranya mendukung pengelolaan sampah menjadi ekonomi sirkular. Saat ini sudah ada usaha kelompok bank sampah yang menghasilkan kompos yang harapannya dapat mendukung pertanian dan perkebunan,” katanya.
Pameran tersebut menjadi bagian dari SOLUSI Day yang mengangkat pengelolaan darat dan laut secara terintegrasi. Kegiatan ini dibuka Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A.T. Sambodo.
Dalam arahannya, Leonardo mengatakan perencanaan pembangunan pengelolaan darat dan laut terintegrasi perlu mempertimbangkan prinsip ekonomi hijau dan biru.
Hal tersebut mencakup pengelolaan keanekaragaman hayati, ketahanan iklim, pengelolaan sampah, pengembangan model bisnis berkelanjutan, akses pembiayaan berkelanjutan, hingga kemitraan rantai pasok.
Ia menyebut implementasi Proyek SOLUSI dapat mendukung kegiatan prioritas dalam RPJMN 2025–2029 sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat pembangunan nasional.
Melalui pameran tersebut, Kopi Rimba Parigi Moutong tidak hanya hadir sebagai produk kopi daerah, tetapi mendapat ruang untuk memperkenalkan potensi usaha masyarakat berbasis agroforestry kepada pasar dan jejaring yang lebih luas.






