PALU, BULLETIN.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, mengisi enam jabatan strategis yang mencakup kepemimpinan fakultas, pengelolaan program doktor, jabatan fungsional dosen, serta pengadaan barang dan jasa. Pengisian jabatan ini menjadi bagian dari penataan sumber daya manusia untuk memperkuat mutu akademik dan tata kelola perguruan tinggi.
Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman S. Thahir, melantik dan mengambil sumpah enam aparatur sipil negara (ASN) di Ruang Rapat Senat Lantai III Gedung Rektorat UIN Datokarama Palu, Kamis (15/10/2026).
Pelantikan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengisian posisi organisasi, tetapi juga menempatkan para pejabat baru pada tanggung jawab yang berpengaruh terhadap layanan pendidikan, pengembangan penelitian, dan pengelolaan administrasi kampus.
Berdasarkan keputusan rektor tertanggal 14 Oktober 2026, enam ASN yang dilantik terdiri atas tiga pejabat di bidang akademik dan pengelolaan program studi, dua pejabat fungsional pengadaan barang dan jasa, serta seorang dosen yang diangkat dalam jabatan fungsional Asisten Ahli.
Dr. Muhammad Patri Arifin diangkat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Datokarama Palu.
Selanjutnya, Dr. Muhsin dipercaya sebagai Ketua Program Studi Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Datokarama, sedangkan Muhammad Arman diangkat sebagai Sekretaris Program Studi Doktor Studi Islam.
Pada bidang pengadaan barang dan jasa, Aprianti Adwan dan Rita Kamelia diangkat dalam jabatan fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Pertama. Sementara itu, Muhammad Afifuddin Afandi memperoleh pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional Asisten Ahli.
Pengisian jabatan Ketua dan Sekretaris Program Studi Doktor Studi Islam menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan pengelolaan pendidikan pascasarjana UIN Datokarama.
Pada jenjang doktor, pengelolaan program studi tidak cukup berorientasi pada proses perkuliahan. Mutu akademik juga ditentukan oleh kualitas pembimbingan disertasi, produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, serta kemampuan program studi menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan.
Karena itu, pimpinan program studi memiliki peran dalam menjaga konsistensi proses akademik, mengoordinasikan dosen dan mahasiswa, serta memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai standar mutu perguruan tinggi.
Tantangan berikutnya adalah memastikan penguatan struktur organisasi diikuti hasil yang terukur. Peningkatan kualitas penelitian, ketepatan penyelesaian studi, dan mutu layanan akademik dapat menjadi bagian dari indikator yang menunjukkan efektivitas pengelolaan program doktor.
Di tingkat fakultas, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan juga memegang peran dalam mengoordinasikan penyelenggaraan pendidikan serta mendukung pengembangan kelembagaan. Peran tersebut menuntut koordinasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa agar kebijakan akademik dapat diterapkan secara konsisten.
Selain bidang akademik, pengangkatan dua Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Pertama menunjukkan adanya penguatan sumber daya manusia pada aspek administrasi dan pengelolaan kebutuhan institusi.
Pengadaan barang dan jasa berhubungan langsung dengan pemenuhan kebutuhan operasional kampus, mulai dari sarana pembelajaran hingga fasilitas penunjang kegiatan akademik. Proses yang profesional, transparan, dan akuntabel diperlukan agar anggaran digunakan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.
Dalam konteks perguruan tinggi negeri, tata kelola pengadaan yang baik menjadi bagian dari upaya menjaga efisiensi penggunaan anggaran sekaligus mendukung kelancaran layanan pendidikan.
Dengan demikian, penguatan jabatan akademik dan administrasi perlu berjalan beriringan. Kualitas perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kompetensi dosen dan capaian penelitian, tetapi juga oleh kemampuan institusi mengelola sumber daya secara bertanggung jawab.
Rektor tekankan integritas dan kerja sama
Dalam pelantikan tersebut, Rektor UIN Datokarama Lukman S. Thahir menekankan penerapan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama dalam menjalankan tugas dan fungsi aparatur.
“Lima budaya kerja Kementerian Agama harus diimplementasikan, dijunjung tinggi dan dijaga dengan baik, dalam melaksanakan tugas dan fungsi,” kata Lukman.
Lima nilai tersebut meliputi integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.
Lukman juga mengibaratkan kepemimpinan organisasi seperti sebuah orkestra yang membutuhkan keselarasan seluruh unsur agar dapat menghasilkan kinerja yang baik.
“Jabatan itu seperti orkestra, di mana para penyanyi dan pengiring harus memperhatikan dan mengikuti dirijen agar seirama,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan tugas jabatan membutuhkan koordinasi dan tanggung jawab bersama. Setiap pejabat memiliki kewenangan berbeda, tetapi seluruhnya harus bergerak dalam tujuan kelembagaan yang sama.
Bagi UIN Datokarama, tantangan setelah pelantikan adalah menerjemahkan amanah jabatan menjadi perbaikan nyata dalam penyelenggaraan pendidikan dan layanan administrasi. Pengisian posisi baru akan lebih bermakna apabila diikuti peningkatan mutu akademik, penguatan penelitian, pelayanan yang lebih efektif, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Dengan penguatan kepemimpinan dan sumber daya manusia tersebut, UIN Datokarama diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan tinggi keagamaan negeri di Sulawesi Tengah.






