Kejar Target 2028, Anwar Hafid Fokus Terangi 33 Desa di Sulteng

  • Whatsapp
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat meresmikan penguatan Sistem Interkoneksi Sulawesi jalur Sidera–Palu di Kabupaten Sigi, Sabtu (17/10/2026). (Foto:Ist)

SIGI, BULLETIN.ID – Sebanyak 33 desa di Sulawesi Tengah masih menjadi sasaran percepatan elektrifikasi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan seluruh desa menikmati akses listrik pada 2028 melalui program Berani Menyala, di tengah upaya memperkuat pasokan energi melalui pembangunan sistem interkoneksi Sidera–Palu.

Target tersebut menunjukkan bahwa persoalan kelistrikan di Sulawesi Tengah bukan hanya soal menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga memastikan jaringan listrik menjangkau wilayah yang selama ini belum menikmati layanan energi.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan hal itu saat meresmikan penguatan Sistem Interkoneksi Sulawesi jalur Sidera–Palu di Kabupaten Sigi, Sabtu (17/10/2026).

Anwar mengatakan, program Berani Menyala lahir dari komitmen pemerintah daerah untuk mengakhiri ketimpangan akses listrik antara wilayah yang sudah terlayani dan desa-desa yang masih membutuhkan jaringan kelistrikan.

Menurut dia, pemerintah provinsi terus mendorong percepatan elektrifikasi dalam dua tahun terakhir. Dari 89 desa yang tercatat belum berlistrik pada 2025, sebanyak 33 desa kini menjadi sasaran program percepatan.

“Target kita, pada 2028 seluruh desa di Sulawesi Tengah sudah berlistrik. Itulah yang melatarbelakangi lahirnya program Berani Menyala. Kita ingin masyarakat di desa-desa yang selama ini belum menikmati listrik juga merasakan manfaat pembangunan,” ujarnya.

Pemerataan listrik memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan penerangan. Akses energi dapat menunjang kegiatan belajar anak, memperpanjang waktu produktif masyarakat, serta membuka peluang usaha bagi warga di wilayah pedesaan.

Tanpa akses listrik yang memadai, masyarakat berisiko menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan usaha, mengakses teknologi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan maupun aktivitas ekonomi.

Karena itu, pencapaian target 2028 tidak cukup diukur dari pembangunan jaringan. Pemerintah juga perlu memastikan jaringan tersebut benar-benar berfungsi dan mampu menjangkau rumah tangga yang membutuhkan.

Anwar mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan PT PLN (Persero) dalam memperkuat jaringan kelistrikan di Sulawesi Tengah. Ia menyebut pembangunan jaringan untuk desa sasaran tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.

“Program ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah untuk pembangunan jaringan listrik desanya. Kita bersyukur pemerintah pusat dan PLN membantu, sehingga upaya menerangi desa-desa yang belum berlistrik bisa terus berjalan,” katanya.

Berita Pilihan :  Polda Sulteng Tetapkan 4 Tersangka Kericuhan PT Askon di Morowali

Persoalan akses listrik tidak berhenti pada desa yang belum terjangkau jaringan. Di sejumlah desa yang sudah berlistrik, masih terdapat rumah tangga yang belum memiliki meteran atau sambungan listrik sendiri.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Sulteng juga memberikan bantuan penyambungan listrik bagi rumah tangga yang membutuhkan.

Anwar menyebut bantuan penyambungan listrik telah menjangkau 1.017 rumah tangga pada tahun sebelumnya. Pemerintah provinsi merencanakan kelanjutan program tersebut pada 2027.

Langkah ini penting agar keberadaan jaringan listrik di suatu desa tidak serta-merta dianggap menandakan seluruh warganya telah menikmati akses energi secara mandiri.

Dengan demikian, keberhasilan pemerataan listrik perlu dilihat dari dua sisi: menjangkau desa yang belum berlistrik dan memastikan rumah tangga di desa berlistrik memperoleh sambungan yang dapat digunakan.

Di sisi lain, PLN memperkuat sistem interkoneksi Sidera–Palu melalui proyek dengan kapasitas total 50 megawatt (MW). Proyek tersebut dibangun dalam empat tahap, masing-masing 10 MW untuk Cluster 1 dan Cluster 2, serta 15 MW untuk Cluster 3 dan Cluster 4.

Pembangunan dua tahap pertama dimulai pada 17 September 2026, sedangkan dua tahap berikutnya dijadwalkan mulai November 2026.

Penguatan interkoneksi diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di Sulawesi Tengah.

Namun, penambahan kapasitas dan penguatan jaringan perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses hingga ke desa-desa yang belum teraliri listrik. Ketersediaan pasokan di sistem kelistrikan utama harus diikuti kemampuan infrastruktur menjangkau wilayah terpencil.

Target seluruh desa berlistrik pada 2028 pun menjadi tolok ukur penting bagi pelaksanaan program Berani Menyala. Tantangannya bukan hanya menuntaskan pembangunan jaringan, melainkan memastikan masyarakat memperoleh manfaat nyata dari pemerataan energi.

Peresmian penguatan sistem interkoneksi Sidera–Palu tersebut turut dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Direktur Manajemen Pembangkit PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah terkait, jajaran PLN, serta masyarakat setempat.

Pos terkait