Produk Karya WBP Sulteng Hadir di Lounge Imigrasi Palu

  • Whatsapp
Produk Karya WBP Sulteng Hadir di Lounge Imigrasi Palu. Foto;Ist

PALU,BULETIN.ID  – Produk karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) Sulawesi Tengah kini hadir di ruang layanan publik. Berbagai hasil pembinaan ditampilkan di Lounge Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu sebagai etalase nyata bahwa proses pemasyarakatan tidak berhenti pada pembinaan, tetapi berlanjut hingga pemberdayaan ekonomi.

Kehadiran produk tersebut menjadi bagian dari strategi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) dalam membuka akses pasar bagi karya warga binaan sekaligus mendekatkan hasil pembinaan kepada masyarakat luas.

“Produk warga binaan harus kita dorong untuk dikenal publik. Ini bukan hanya soal hasil karya, tetapi tentang proses pembinaan yang menghasilkan nilai ekonomi dan kemandirian,” ujar Plh. Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Irpan, Selasa (31/3/2026).

Di dalam lounge tersebut, dipajang beragam produk unggulan hasil karya warga binaan dan klien pemasyarakatan dari Lapas, Rutan, LPKA, hingga Bapas se-Sulawesi Tengah. Mulai dari kerajinan tangan, kain tenun, anyaman, hingga produk olahan makanan seperti keripik dan abon, semuanya ditampilkan sebagai produk siap saing.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan  ke-62 yang jatuh pada 27 April mendatang. Melalui momentum tersebut, Kanwil Ditjenpas Sulteng juga mendorong Gerakan Cinta Produk Narapidana dengan menetapkan setiap hari Jumat sebagai “Hari Cinta Produk Narapidana”.

Gerakan ini tidak hanya mendorong internal jajaran pemasyarakatan untuk menggunakan produk warga binaan, tetapi juga menjadi ajakan terbuka kepada masyarakat untuk turut mendukung hasil karya mereka.

Menurut Irpan, pembinaan yang efektif harus mampu menjawab tantangan pasca-pembebasan, terutama dalam hal kemandirian ekonomi.

Berita Pilihan :  Polda Sulteng Bekuk 6 Kurir Sabu di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Sita 16 Kilogram Narkotika

“Ketika warga binaan memiliki keterampilan dan produknya punya nilai jual, maka peluang mereka untuk kembali ke masyarakat secara produktif semakin besar,” jelasnya.

Kanwil Ditjenpas Sulteng memastikan penguatan program pemberdayaan akan terus dilakukan, termasuk peningkatan kualitas produk, kemasan, hingga pemasaran berbasis kolaborasi ekonomi kerakyatan.

Melalui langkah ini, pemasyarakatan tidak hanya hadir sebagai sistem pembinaan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi inklusif yang memberi peluang kedua bagi warga binaan untuk bangkit dan mandiri.

Pos terkait