Hujan Deras Picu Longsor di Banggai, Jalur Antar Desa Terisolasi

  • Whatsapp
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banggai memicu tanah longsor di Desa Tombos, Kecamatan Balantak Selatan, Sabtu (11/4/2026). Foto:Ist

PALU,BULLETIN.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banggai memicu tanah longsor di Desa Tombos, Kecamatan Balantak Selatan, Sabtu (11/4/2026). Peristiwa ini menyebabkan akses jalan penghubung antar desa terputus.

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, longsor menutup jalur utama yang menghubungkan Desa Tombos dengan Desa Lonas di Kecamatan Mantoh. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun aktivitas warga sempat terganggu akibat tertutupnya badan jalan.

Kepala tim reaksi cepat (TRC) BPBD menyebutkan, intensitas hujan tinggi menjadi pemicu utama terjadinya longsor di wilayah tersebut.

Sementara itu, BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer di Sulawesi Tengah saat ini memang mendukung peningkatan curah hujan. Fenomena gelombang Rossby ekuatorial serta anomali suhu muka laut yang lebih hangat turut memicu pertumbuhan awan konvektif.

Selain itu, adanya belokan angin di sejumlah wilayah memperbesar potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, khususnya di wilayah Banggai dan sekitarnya.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada 11 April 2026 pukul 12.00–18.00 WITA. Dalam peringatan tersebut, sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Banggai, masuk kategori waspada terhadap potensi hujan lebat.

Bahkan dalam prakiraan tiga harian, beberapa wilayah seperti Morowali dan Morowali Utara ditetapkan dalam status siaga, sementara wilayah lain seperti Sigi, Parigi Moutong, hingga Kota Palu berada pada kategori waspada.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan.

Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak yang lebih luas.

Berita Pilihan :  LKTI IMIP 2026 Jadi Arena Adu Gagasan Mahasiswa Soal Krisis Lingkungan Industri

Pos terkait