JAKARTA, BULLETIN.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperluas kolaborasi dengan sektor industri untuk menopang pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal.
Kali ini, dua perusahaan besar yang beroperasi di Sulawesi Tengah, PT Citra Palu Minerals (CPM) dan PT Donggi Senoro LNG, menyatakan kesiapan mendukung program pembangunan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan koordinasi kemitraan antara Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan manajemen kedua perusahaan di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar 35 menit itu menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulawesi Tengah membangun model pembangunan berbasis kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Setelah sebelumnya menggandeng puluhan perusahaan tambang untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan, kini pemerintah daerah membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi sektor pertambangan dan energi.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menawarkan sejumlah proyek strategis yang dapat didukung melalui dana CSR perusahaan. Kepada PT CPM, pemerintah menawarkan pembangunan sejumlah venue olahraga dan fasilitas penunjang di kawasan Hutan Kota Palu sebagai persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Rekreasi Nasional (Pornas) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) tahun 2027.
Sementara kepada PT Donggi Senoro LNG, gubernur menawarkan dukungan pembangunan rekonstruksi ruas jalan Dataran Bulan–Simpang Moilong di Kabupaten Banggai, termasuk penanganan akses jalan di kawasan Kepala Burung, Balantak.
Menurut Anwar Hafid, pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan APBD. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, terutama perusahaan-perusahaan yang selama ini beroperasi dan memperoleh manfaat ekonomi dari daerah.
“Kami ingin membangun kemitraan yang saling menguatkan. Perusahaan hadir tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga bagian dari pembangunan daerah,” ujarnya.
Perwakilan manajemen PT CPM, Yan Adriyansyah, menyambut positif tawaran tersebut. Ia menegaskan bahwa perusahaan memiliki komitmen untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah, terlepas dari ada atau tidaknya permintaan dari pemerintah.
“Pada prinsipnya PT CPM mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Nilai dan mekanismenya tentu akan dibahas lebih lanjut bersama manajemen perusahaan,” kata Yan.
Ia menjelaskan, dukungan CSR dapat dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan perusahaan. Salah satu opsi yang mengemuka adalah kontribusi pembangunan fasilitas olahraga untuk mendukung pelaksanaan Pornas KORMI 2027.
Komitmen serupa juga disampaikan perwakilan PT Donggi Senoro LNG, Thian Annisa. Menurutnya, perusahaan pada prinsipnya mendukung program pembangunan daerah melalui pola kemitraan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mendukung semangat gotong royong membangun Sulawesi Tengah. Tentu usulan yang disampaikan akan kami komunikasikan lebih lanjut kepada manajemen perusahaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid kembali menegaskan bahwa skema CSR yang dibangun Pemprov Sulawesi Tengah berbeda dengan pola bantuan konvensional. Pemerintah daerah tidak menerima dana tunai dari perusahaan, melainkan menerima hasil pekerjaan yang telah selesai dikerjakan dalam bentuk aset.
Skema ini diterapkan untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pemanfaatan dana CSR dalam mendukung pembangunan daerah.
“Yang diterima pemerintah bukan uang tunai, tetapi hibah aset berupa jalan, jembatan, gedung, atau fasilitas publik lainnya yang dibangun langsung oleh perusahaan sesuai kesepakatan,” jelas Anwar.
Model kemitraan tersebut menjadi salah satu strategi yang kini dikembangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menjawab tantangan pembangunan di tengah menurunnya ruang fiskal daerah. Dengan melibatkan sektor swasta secara langsung, pemerintah berharap percepatan pembangunan tetap berjalan tanpa membebani keuangan daerah.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulawesi Tengah Faidul Keteng, Kepala Dinas ESDM Arfan, Kabid Minerba Sultanisa, serta Kepala Biro Hukum Setdaprov Sulawesi Tengah Adiman.






