Lapas Parigi Panen 53 Kilogram Ikan di Area SAE

  • Whatsapp
– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi kembali menunjukkan hasil positif dari program pembinaan kemandirian dengan memanen 53 kilogram ikan air tawar jenis mujair dan nila di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rabu (8/7/2026). Foto:Ist

PARIGI,BULLETIN.ID  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi kembali menunjukkan hasil positif dari program pembinaan kemandirian dengan memanen 53 kilogram ikan air tawar jenis mujair dan nila di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rabu (8/7/2026). Hasil panen tersebut menjadi bagian dari kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.

Panen dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Kelas III Parigi, I Wayan Widana, bersama jajaran pegawai dan warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian bidang perikanan. Ikan yang telah mencapai ukuran konsumsi selanjutnya didistribusikan ke dapur lapas untuk diolah sebagai bahan makanan bagi warga binaan.

Wayan Widana mengatakan, hasil panen tersebut tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan kebutuhan pangan di dalam lapas, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan program pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan warga binaan.

“Hasil panen hari ini langsung kami serahkan ke bagian dapur Lapas untuk diolah menjadi bahan makanan bagi warga binaan. Langkah ini memiliki manfaat ganda, yakni mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan melalui praktik budidaya perikanan,” jelas Wayan.

Ia menambahkan, program budidaya ikan merupakan implementasi Asta Cita Presiden yang diterjemahkan melalui 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada Program Aksi ke-8 tentang penguatan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Program ini menjadi implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada poin kedelapan, yaitu mewujudkan kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan yang tersedia di lingkungan lapas,” tegasnya.

Salah seorang warga binaan yang mengikuti program tersebut, LH, mengaku bersyukur mendapat kesempatan belajar budidaya ikan selama menjalani masa pidana. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Berita Pilihan :  Hampir 10 Tahun Bersengketa, Warga Tanjung Sari Minta Kepastian Hukum

“Kami sangat bersyukur diberikan kesempatan belajar budidaya ikan di Lapas Parigi. Keterampilan ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat dan mudah-mudahan dapat kami manfaatkan untuk mencari nafkah setelah bebas nanti,” ungkap LH.

Keberhasilan panen tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman. Menurutnya, program pembinaan yang menghasilkan karya nyata merupakan bukti bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Kami mengapresiasi inovasi dan komitmen Lapas Parigi dalam mengembangkan program pembinaan berbasis ketahanan pangan. Hasil panen ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah,” ujar Herman.

Herman berharap keberhasilan tersebut dapat dipertahankan dan dikembangkan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat kualitas pembinaan.

“Kami berharap program seperti ini terus dikembangkan di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah. Setiap UPT memiliki potensi yang dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” harap Herman.

Melalui program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Lapas Kelas III Parigi berkomitmen terus menghadirkan pembinaan yang produktif dan berdampak. 

Selain mendukung ketahanan pangan, program tersebut diharapkan mampu mencetak warga binaan yang lebih mandiri, memiliki keterampilan, serta siap menjalani kehidupan baru setelah menyelesaikan masa pidananya.

Pos terkait