30 Siswa SMAN 4 Palu Belajar Teknologi Pengamatan Cuaca di BMKG

  • Whatsapp
teknologi pengamatan cuaca BMKG

PALU, BULLETIN – Sebanyak 30 siswa dari ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 4 Palu mengunjungi Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mempelajari teknologi pengamatan cuaca dan strategi mitigasi bencana. Kunjungan edukatif ini menjadi kesempatan langsung bagi para pelajar mengenal dunia meteorologi serta pentingnya data cuaca dalam kehidupan sehari-hari.

Selama di lokasi, para siswa mendapatkan edukasi komprehensif tentang teknologi pengamatan cuaca, mulai dari proses pengamatan, pengolahan data meteorologi, hingga analisis kondisi atmosfer. Tim BMKG menjelaskan bagaimana teknologi pengamatan cuaca modern membantu memprediksi perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang berpotensi merugikan masyarakat.

BMKG juga menekankan peran krusial mitigasi bencana hidrometeorologi dalam perlindungan masyarakat. Materi mencakup pengenalan berbagai jenis bencana cuaca seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem yang memerlukan kesiapsiagaan khusus dari komunitas lokal.

Program kunjungan seperti ini penting untuk membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya teknologi pengamatan cuaca dan mitigasi bencana.

Kegiatan ini diharapkan meningkatkan minat pelajar terhadap ilmu kebumian dan teknologi pengamatan cuaca sekaligus membangun pemahaman tentang kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana alam. BMKG terus membuka ruang edukasi bagi pelajar agar memahami peran strategis data cuaca dan iklim dalam mendukung keselamatan serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Berita Pilihan :  Program BEN Dorong Palu Jadi Kota Inklusif untuk Disabilitas

Pos terkait