PALU, BULLETIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memperkuat Evaluasi PAD atau Pendapatan Asli Daerah melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi yang digelar Rabu, 12 Agustus 2026. Forum ini bertujuan mengidentifikasi hambatan serta merumuskan langkah konkret dalam upaya meningkatkan penerimaan pajak dan retribusi daerah di Kota Palu.
Rapat penting untuk Evaluasi PAD tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Polibu, Bappeda Kota Palu, dan dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Palu, Eka Komalasari. Evaluasi ini dilakukan untuk memantau perkembangan penerimaan PAD serta tingkat realisasinya dibandingkan target yang sudah ditetapkan oleh Pemkot Palu.
Setiap perangkat daerah diminta untuk memetakan kendala yang masih menghambat optimalisasi pendapatan daerah. Upaya Evaluasi PAD ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif seluruh pihak terkait demi tercapainya target penerimaan.
Eka Komalasari menegaskan bahwa peningkatan Evaluasi PAD tidak bisa hanya dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah saja. Keterlibatan seluruh perangkat daerah sangat dibutuhkan agar berbagai potensi pendapatan dapat dikelola secara optimal dan mencapai target Evaluasi PAD.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkenan hadir dalam rapat koordinasi dan evaluasi PAD hari ini. Kehadiran seluruh perangkat daerah sangat penting untuk bersama-sama mengevaluasi capaian serta mencari solusi dalam mengoptimalkan penerimaan daerah,” kata Eka Komalasari.
Dalam rapat tersebut, perangkat daerah terkait memaparkan perkembangan penerimaan pajak dan retribusi sesuai sektor masing-masing. Pembahasan meliputi capaian penerimaan, tingkat realisasi terhadap target, serta persoalan yang ditemui dalam proses pemungutan dan pengelolaan pendapatan sebagai bagian dari Evaluasi PAD.
Forum ini berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari perangkat daerah, yang turut membahas sejumlah langkah perbaikan untuk meningkatkan efektivitas pemungutan. Hal ini penting untuk mendorong pencapaian target Evaluasi PAD yang telah ditetapkan.
Eka berharap Evaluasi PAD ini tidak berhenti hanya pada penyusunan laporan semata. Hasil pembahasan harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di masing-masing perangkat daerah guna mewujudkan peningkatan pendapatan.
“Peningkatan PAD perlu didukung dengan pengelolaan yang optimal, koordinasi yang kuat, serta evaluasi secara berkelanjutan agar potensi pendapatan daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Rapat ini dihadiri oleh perwakilan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Inspektorat, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), para camat, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Evaluasi PAD ini merupakan langkah strategis Pemkot Palu.
Seluruh hasil Evaluasi PAD selanjutnya akan dirangkum dan dilaporkan kepada Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid sebagai bahan pertimbangan. Laporan ini akan digunakan dalam menentukan kebijakan dan strategi pemerintah daerah untuk mencapai target penerimaan.
Pemkot Palu berharap koordinasi dan Evaluasi PAD yang dilakukan secara berkala dapat memperbaiki kinerja penerimaan pajak serta retribusi daerah. Optimalisasi PAD dinilai penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.






