LONDON, BULLETIN – Chant populer “60 million down the drain, Kai Havertz scores again” kembali membahana di tribun suporter Arsenal setelah Kai Havertz cetak gol dalam kemenangan telak 3-0 atas Manchester City pada Community Shield 2026, Minggu (16/8/2026). Gol ini menjadi bukti transformasi Havertz dari pemain yang diragukan menjadi idola baru.
Gol kedua Arsenal yang dicetak Havertz terjadi pada menit ke-28 dalam laga yang berlangsung di Millennium Stadium, Cardiff. Pemain asal Jerman ini berhasil menanduk umpan dari Christos Tzolis, menaklukkan kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma. Arsenal menutup pertandingan dengan skor 3-0, setelah Riccardo Calafiori membuka keunggulan dan Martin Odegaard mencetak gol ketiga.
Bagi para penggemar Arsenal, momen Kai Havertz cetak gol ini menghidupkan kembali nyanyian yang telah menjadi bagian dari identitas The Gunners. Melodi chant ini diambil dari lagu “Waka Waka (This Time for Africa)” milik Shakira, yang pernah populer pada Piala Dunia 2010. Nyanyian tersebut kini memiliki makna yang jauh berbeda dari awal kemunculannya.
Chant tersebut pertama kali muncul ketika Kai Havertz mendapat sorotan tajam usai transfernya dari Chelsea ke Arsenal pada 2023. Arsenal harus merogoh kocek sekitar £65 juta untuk memboyong Havertz dengan kontrak lima tahun. Nominal transfer ini sempat menjadi bahan sindiran dan lelucon yang diabadikan dalam bentuk chant oleh para suporter lawan.
Namun, seiring berjalannya waktu, makna nyanyian tersebut perlahan berevolusi. Apa yang awalnya terdengar seperti ejekan terhadap nilai transfer Havertz, kini berubah menjadi bentuk dukungan dan perayaan setiap kali sang penyerang berhasil membobol gawang lawan. Transformasi ini menunjukkan bagaimana suporter bisa mengubah persepsi.
Titik balik penting terjadi pada September 2023, ketika Kai Havertz cetak gol pertamanya untuk Arsenal melalui titik penalti saat menang 4-0 atas Bournemouth. Saat itu, suporter Arsenal langsung menyanyikan chant tersebut untuk merayakan gol perdana Havertz. Manajer Mikel Arteta bahkan memuji dukungan dan empati rekan-rekan setim Havertz yang membantu melewati masa-masa sulit.
Sebelum bergabung dengan Arsenal, Havertz datang dengan reputasi mentereng. Ia adalah pencetak gol kemenangan Chelsea di final Liga Champions 2021 melawan Manchester City. Selama tiga musim di Stamford Bridge, Havertz juga mengoleksi gelar Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super UEFA.
Perjalanan Havertz di Arsenal tidak hanya tentang angka transfer, melainkan juga tentang pembuktian bahwa ia mampu berkontribusi sesuai ekspektasi di klub besar. Keberhasilannya di Community Shield 2026 menjadi sinyal positif. Kemenangan ini bukan sekadar karena Kai Havertz cetak gol, tetapi juga karena ia menjadi bagian integral dari dominasi Arsenal yang berujung pada trofi pembuka musim.
Dari pemain yang pernah diragukan kemampuannya hingga menjadi sosok yang kembali dielu-elukan setiap kali mencetak gol, kisah Havertz adalah cerminan dinamika sepak bola yang mampu mengubah cibiran menjadi ekspresi kecintaan. Para penggemar Arsenal kini memiliki lagu yang selalu siap mereka nyanyikan: “Kai Havertz scores again.”






