PALU, BULLETIN – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama menggandeng Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia untuk memperkuat wawasan Moderasi Beragama Mahasiswa Baru. Kolaborasi ini bertujuan membekali 1.675 mahasiswa baru dengan pemahaman tentang moderasi beragama dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).
Penguatan wawasan Moderasi Beragama Mahasiswa Baru ini menjadi sangat penting mengingat dinamika keberagaman di Indonesia. Pemahaman yang kuat tentang moderasi beragama diharapkan dapat menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam berinteraksi dan berkontribusi di tengah masyarakat yang majemuk.
“Pemahaman tentang moderasi beragama menjadi fondasi krusial bagi generasi muda, khususnya mahasiswa baru, dalam merawat kebinekaan dan keharmonisan di tengah keberagaman bangsa,” kata Kepala PKUB Setjen Kemenag RI, M Adib Abdushomad, di Kota Palu, Senin (24/8).
Adib menambahkan bahwa pembangunan kerukunan dengan pendekatan Moderasi Beragama Mahasiswa Baru adalah prioritas utama, sejalan dengan kemajemukan Indonesia. Generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran strategis sebagai agen pembawa kedamaian yang mampu merajut kebersamaan di tengah perbedaan budaya, suku, dan agama.
“Oleh karena itu mahasiswa dibekali pemahaman mendalam terkait komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap tradisi dan kebudayaan lokal,” tambah Adib mengenai pentingnya Moderasi Beragama Mahasiswa Baru.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Datokarama, Doktor Faisal Attamimi, menegaskan bahwa Moderasi Beragama Mahasiswa Baru adalah hal yang wajib. Mahasiswa UIN Datokarama harus memiliki wawasan moderasi beragama agar dapat bersikap dan bertindak moderat baik di dalam maupun di luar kampus.
“Hal ini sejalan dengan visi UIN Datokarama yang penekanannya pada moderasi beragama,” ungkap Faisal. Faisal juga mengapresiasi kolaborasi strategis dengan M Adib Abdushomad dalam upaya penguatan Moderasi Beragama Mahasiswa Baru ini.
UIN Datokarama berkomitmen penuh untuk terus menjadi pusat keunggulan dan laboratorium kerukunan beragama di wilayah Indonesia Timur. Melalui pembekalan Moderasi Beragama Mahasiswa Baru, diharapkan para mahasiswa tidak hanya berprestasi akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang moderat, berkarakter, dan berkontribusi aktif menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).






