5 Fenomena Alam Unik Sering Kita Lihat, Mengapa Terjadi?

  • Whatsapp
fenomena alam
ILUSTRASI /VECTEEZY

JAKARTA, BULLETIN – Ada lima fenomena alam yang sebenarnya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, sering kita lihat, tetapi jarang kita pahami proses terjadinya. Fenomena alam ini meliputi pelangi, embun pagi, petir dan guntur, langit merah saat Matahari terbit/terbenam, serta kabut.

Di balik pemandangan yang terlihat sederhana, ternyata terdapat proses fisika dan kimia menarik yang menjelaskan mengapa fenomena alam tersebut bisa terjadi.

Berikut lima fenomena alam yang sering kita lihat tetapi mungkin belum sepenuhnya kita pahami:

1. Pelangi Setelah Hujan

Pelangi merupakan salah satu fenomena alam paling indah yang sering muncul setelah hujan. Cahaya Matahari berinteraksi dengan tetesan air di atmosfer menyebabkan pelangi terjadi. Cahaya putih dari Matahari terdiri dari berbagai warna.

Ketika cahaya memasuki tetesan air, cahaya tersebut mengalami pembiasan. Cahaya kemudian dipantulkan di dalam tetesan sebelum kembali keluar dan mengalami pembiasan lagi. Proses tersebut membuat warna-warna penyusun cahaya terpisah sehingga terlihat sebagai lengkungan warna-warni di langit. Itulah sebabnya pelangi lebih mudah terlihat ketika Matahari berada di belakang pengamat dan hujan atau tetesan air berada di arah berlawanan.

2. Embun di Pagi Hari

Titik-titik air yang menempel pada daun, rumput, kaca, atau permukaan lain pada pagi hari disebut embun. Fenomena alam embun terbentuk ketika permukaan benda menjadi cukup dingin sehingga udara di sekitarnya mencapai kondisi ketika uap air mulai mengembun menjadi air.

Fenomena ini lebih mudah terjadi pada malam yang relatif cerah dan tenang karena permukaan bumi dapat kehilangan panas lebih cepat. Proses fisika sederhana ini sering terjadi di sekitar kita, menjadi bukti bahwa alam selalu berinteraksi.

3. Petir yang Disertai Suara Guntur

Petir merupakan pelepasan listrik dalam jumlah besar di atmosfer, salah satu fenomena alam yang paling dramatis. Proses ini dapat terjadi di dalam awan, antara awan dan awan lain, atau antara awan dan permukaan bumi.

Kilatan petir memanaskan udara di sekitarnya secara sangat cepat. Udara kemudian mengembang secara tiba-tiba dan menghasilkan gelombang suara yang kita dengar sebagai guntur. Mengapa kilat terlihat lebih dulu daripada suara guntur? Karena cahaya bergerak jauh lebih cepat dibandingkan suara. Selisih waktu tersebut bahkan dapat digunakan sebagai perkiraan kasar jarak sumber petir dari pengamat. Lebih lanjut tentang sains di balik petir bisa ditemukan di situs National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Berita Pilihan :  2,45 Juta Remaja Indonesia Alami Gangguan Mental, Kecemasan Paling Tinggi

4. Langit Berwarna Merah Saat Matahari Terbit atau Terbenam

Pemandangan langit berwarna jingga, merah, hingga keunguan ketika Matahari terbit atau terbenam terjadi karena cara cahaya Matahari melewati atmosfer. Ketika Matahari berada dekat cakrawala, cahaya harus menempuh jalur yang lebih panjang melalui atmosfer. Cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek, seperti biru, lebih banyak dihamburkan oleh molekul udara.

Sementara itu, warna dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah dan jingga lebih mudah mencapai mata kita dari arah Matahari. Partikel debu, asap, dan aerosol di atmosfer juga dapat memengaruhi warna yang terlihat, menciptakan fenomena alam yang memukau ini.

5. Kabut yang Menyelimuti Pagi Hari

Kabut sebenarnya merupakan kumpulan tetesan air yang sangat kecil dan melayang dekat permukaan tanah. Fenomena alam kabut dapat terbentuk ketika udara dekat permukaan mendingin hingga mencapai titik embun sehingga uap air berubah menjadi tetesan air.

Karena ukurannya sangat kecil, tetesan tersebut tetap melayang di udara dan membuat jarak pandang berkurang. Kabut biasanya lebih mudah terbentuk pada kondisi tertentu, misalnya ketika udara lembap dan angin relatif tenang, menambah keindahan sekaligus misteri pagi hari.

Alam yang Terlihat Sederhana, Prosesnya Luar Biasa

Pelangi, embun, petir, warna langit, dan kabut merupakan fenomena alam yang bisa ditemui tanpa harus melakukan perjalanan jauh. Namun, masing-masing memiliki proses ilmiah yang menarik di baliknya. Memahami fenomena tersebut membuat pemandangan sehari-hari terasa berbeda. Alam ternyata tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga menjadi ruang terbuka tempat berbagai proses fisika dan atmosfer berlangsung setiap saat, mengajarkan kita banyak hal tentang dunia di sekitar.

Pos terkait