Inter Milan Panen Tujuh Penghargaan di Gran Galà del Calcio 2026

  • Whatsapp
Gran Galà del Calcio 2026
Inter Milan Panen Tujuh Penghargaan di Gran Galà del Calcio 2026. (Foto:Inter)

MILAN, BULLETIN – Klub sepak bola Inter Milan berhasil membawa pulang tujuh penghargaan bergengsi dalam gelaran Gran Galà del Calcio 2026, sebuah acara tradisional yang diselenggarakan oleh Associazione Italiana Calciatori (AIC) untuk mengapresiasi kinerja terbaik di musim 2025/2026. Malam penganugerahan yang didominasi warna Nerazzurri ini berlangsung di Teatro alla Scala, Milan, pada Rabu, 15 Januari 2026.

Edisi ke-14 Gran Galà del Calcio menjadi panggung bagi Inter Milan untuk unjuk gigi. Tujuh penghargaan yang diterima meliputi Klub Terbaik, Pemain Keseluruhan Terbaik untuk Federico Dimarco, serta lima pemain yang masuk dalam Top 11 Musim 2025/2026. Kelima pemain tersebut adalah Federico Dimarco, Manuel Akanji, Alessandro Bastoni, Hakan Calhanoglu, dan Lautaro Martinez. Penghargaan-penghargaan ini diputuskan oleh juri yang terdiri dari para pelatih, wasit, jurnalis, manajer tim nasional Italia saat ini dan sebelumnya, serta yang terpenting, para pemain Serie A.

Penghargaan pertama yang diraih Inter Milan adalah sebagai Klub Terbaik. Ini merupakan pengakuan atas kampanye luar biasa di musim 2025/2026, di mana klub sukses meraih Scudetto ke-21 dan Coppa Italia ke-10, melengkapi Double Winner domestik yang bersejarah. Giuseppe Marotta, Presiden dan CEO Inter Milan, naik ke panggung megah Teatro alla Scala untuk menerima penghargaan tersebut mewakili klub.

“Saya bangga dan terharu berada di panggung ini mewakili tim yang begitu prestisius, tim dengan lemari piala penuh prestasi seperti ini,” kata Giuseppe Marotta, Presiden dan CEO Inter Milan dikutip dari situs resmi inter.it

Marotta juga menambahkan bahwa tugas Inter Milan adalah terus menambah kemenangan-kemenangan ini. Kemenangan tersebut, menurutnya, baik untuk jiwa dan akan menjadi bagian dari sejarah. Ia juga menyoroti transisi di manajemen klub, dengan kepergian Piero Ausilio dan penyerahan tongkat estafet kepada Dario Baccin.

Berita Pilihan :  Victor Muñoz Debut Starter Liverpool: Tampil Perdana di Anfield Kontra Forest

“Tugas kami adalah terus menambah kemenangan-kemenangan ini, yang baik untuk jiwa dan akan tetap menjadi bagian dari sejarah. Piero Ausilio adalah kolega, teman, dan kolaborator. Dengan kesepakatan bersama, dan dengan rasa hormat yang besar dari Pemilik dan Klub, diputuskan bahwa jalur kami akan berpisah saat ia memulai babak baru dalam hidupnya. Atas nama kami, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ausilio atas semua yang telah ia lakukan,” ujar Marotta.

Presiden Inter Milan itu juga menyatakan bahwa tongkat estafet kini beralih ke Dario Baccin, salah satu anak didiknya. Ini merupakan sumber kebanggaan besar bagi Inter Milan. Penyerahan ini, katanya, terjadi sambil mempertahankan DNA Inter, seperti halnya Chivu yang dipilih sebagai pelatih kepala tahun lalu. Marotta berharap klub akan selalu dapat memupuk talenta pelatih dan eksekutif dari dalam.

“Liga Champions adalah mimpi, dan terkadang mimpi menjadi kenyataan. Kami berharap ini akan menjadi tahun yang tepat bagi kami. Di atas segalanya, kami dapat menjamin komitmen dan tekad kami untuk memberikan segalanya dalam kompetisi ini. Kemudian, seperti orang lain, kami memiliki hak untuk bermimpi, hak yang ingin kami pertahankan dan lindungi selama mungkin,” kata Giuseppe Marotta.

Pos terkait