PALU, BULLETIN.ID – Dukungan koneksi internet cepat dari Indosat mendorong pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Palu memaksimalkan pemasaran digital. Salah satunya Andin (35), pemilik brand Om Paru dan Orica, yang berhasil menjual produk sambal dan lauk siap saji ke berbagai daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Mengelola usaha sejak 2014 di bawah rumah produksi Kirei Food, Andin awalnya hanya memasarkan produk melalui toko oleh-oleh dan retail. Titik balik terjadi ketika ia mulai aktif berjualan lewat media sosial dan e-commerce pada awal 2024.
“Sekarang kami lebih aktif di Instagram @parupeaspalu, interaksi dengan pelanggan jauh lebih tinggi,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).
Keberhasilan itu tak lepas dari penggunaan HiFi Air 4G Home Modem Indosat. Menurutnya, jaringan stabil dengan harga kuota terjangkau membuat aktivitas bisnis lebih lancar.
“Bisa dipakai di rumah, kampus, atau kafe. Jaringannya juga bagus dan tidak ngelag,” katanya.
Selain koneksi, Andin juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendesain konten, menyusun strategi promosi, hingga edukasi pelanggan. Hasilnya, omzet penjualan daring bisa mencapai Rp3–6 juta per bulan, lebih tinggi dibandingkan pemasaran offline.
HiFi Air 4G Home Modem dibanderol Rp440.000–Rp459.000 dengan bonus kuota 215 GB selama setahun. Produk ini praktis digunakan tanpa instalasi rumit dan dinilai cocok untuk mendukung kebutuhan UMKM.
Meski demikian, Andin menilai literasi digital masih menjadi tantangan. Ia berharap Indosat tak hanya menghadirkan layanan internet, tetapi juga memperluas pelatihan digital bagi pelaku usaha.
“Kalau ada pelatihan rutin, UMKM bisa makin maju dan penjualannya makin cuan,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Ita (32), penjual makanan siap saji di Kelurahan Kolonodale, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulteng. Usaha yang ia rintis sejak 2020 lahir dari tingginya minat masyarakat terhadap kuliner praktis, dan kini semakin dikenal luas berkat pemasaran digital.
“Saya mulai jualan online sejak usaha ini berdiri, terutama lewat media sosial. Saya pakai kartu Indosat paket data bulanan 60 GB, murah ji,” kata Ita, Jumat (8/8/2025).
Meski begitu, ia berharap kualitas jaringan terus ditingkatkan. Saat ini, jaringan Indosat di Kabupaten Morowali Utara telah menjangkau 6 kecamatan—Lembo Raya, Lembo, Mori Atas, Petasia, Petasia Timur, dan Mori Utara—serta menambah 13 spot jaringan baru. Sementara itu, cakupan di Morowali dan Morut telah berkembang dari 85 spot jaringan menjadi sekitar 120-an titik baru.

Indosat Luncurkan Vision AI untuk Tingkatkan Efisiensi Bisnis
Dalam rangka meningkatkan pengawasan, keamanan, dan efisiensi operasional di berbagai sektor industri, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui lini Indosat Business meluncurkan Vision AI, Rabu (9/7/2025).
Vision AI memanfaatkan teknologi AI dan deep learning untuk mengubah sistem pengawasan konvensional menjadi lebih cerdas. Sistem ini mampu menganalisis data secara real-time, memberikan peringatan dini atas potensi risiko, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
“AI bukan lagi masa depan, AI adalah masa kini. Vision AI hadir sebagai sistem pengawasan yang tidak hanya merekam, tapi juga memahami konteks secara cerdas,” kata M. Danny Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, dalam keterangan resminya, Kamis (7/8/2025).
Vision AI hadir dalam format modular, mulai dari AI Box, kamera berteknologi AI, sensor 3D stereo, hingga platform pelatihan AI. Sistem ini bisa diintegrasikan dengan infrastruktur CCTV lama maupun baru, sehingga dapat digunakan oleh UMKM hingga perusahaan besar.
Teknologi ini mendukung beragam kebutuhan, seperti pemantauan zona berbahaya, analisis lalu lintas, pengawasan area publik, hingga pemahaman perilaku konsumen di ritel. Seluruh analisis dilakukan secara lokal dan real-time melalui sovereign cloud dan pusat data nasional yang aman sesuai regulasi.
“Vision AI bukan hanya teknologi, tapi juga sistem pengawasan proaktif dan adaptif yang mendukung kebijakan nasional menuju ekosistem AI berdaulat,” tambah Danny.
Tak hanya itu, untuk melindungi masyarakat dari maraknya penipuan digital, IOH berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital meluncurkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam.
Fitur ini bekerja otomatis dan real-time, mendeteksi nomor mencurigakan, menyaring ancaman, serta memberi peringatan langsung kepada pelanggan. Teknologi ini dibangun di atas jaringan 5G Indosat dan dapat diakses tanpa perangkat tambahan.
“Perlindungan digital adalah hak dasar masyarakat. Teknologi ini kami hadirkan untuk menjaga ruang digital tetap aman dan terpercaya,” kata Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison.
Pemerintah Dorong UMKM Melek Digital
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Diskominfosantik terus mendorong UMKM untuk semakin melek digital.
“Kita mengingatkan UMKM bahwa digitalisasi itu bukan sekadar tren, tetapi harus dipahami dan dimanfaatkan secara benar,” ujar Plt. Kabid IKP Diskominfosantik, Muhammad Affan.
Tahun ini, pemerintah juga menggelar program inkubasi usaha melalui DAK non-fisik, menyeleksi usaha dengan prospek cerah untuk mendapat pendampingan digital. Affan menegaskan, peran pemerintah tidak cukup tanpa kolaborasi dari berbagai pihak seperti penyedia layanan digital dan pelaku usaha.
“UMKM butuh jaringan, peningkatan kualitas produk, dan pengetahuan usaha. Ini menyentuh semua orang,” tambahnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan mitra seperti Indosat, UMKM Sulteng diharapkan semakin terbuka peluangnya untuk tumbuh secara digital, inklusif, dan kompetitif. Teknologi dan literasi kini menjadi kunci memperkuat ekonomi lokal di era digital.
Penulis: Indrawati Zainuddin






