Perempuan Desa Rio Mukti Didorong Mandiri Lewat Pelatihan Peternakan

  • Whatsapp
Perempuan Desa Rio Mukti Didorong Mandiri Lewat Pelatihan Peternakan. Foto:Ist

DONGGALA – Upaya mendorong kemandirian ekonomi perempuan di Desa Rio Mukti, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, terus diperkuat melalui pelatihan pengelolaan ternak babi yang menekankan peningkatan keterampilan praktis dan produktivitas usaha.

Kegiatan yang diikuti Kelompok Perempuan Maju Jaya ini tidak hanya memberikan pengetahuan dasar, tetapi juga membekali peserta dengan teknik beternak yang lebih efisien dan berstandar, mulai dari manajemen pakan hingga pengendalian penyakit.

Rizal dari Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) mengatakan, pelatihan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas kelompok agar mampu mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan.

“Pelatihan ini membantu anggota kelompok memahami tata kelola peternakan yang lebih baik, sehingga ternak yang dihasilkan lebih berkualitas dan bernilai ekonomi,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, meskipun sebagian anggota telah memiliki pengalaman beternak, penguatan pengetahuan teknis tetap dibutuhkan agar usaha yang dijalankan lebih produktif dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Materi pelatihan yang disampaikan oleh narasumber dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah mencakup teknik penggemukan, pengelolaan pakan, serta pencegahan penyakit ternak. Peserta juga diajak memahami cara menekan biaya produksi dengan memanfaatkan bahan pakan lokal.

Selain aspek teknis, pelatihan ini juga membuka wawasan peserta terhadap potensi ekonomi ternak babi. Permintaan pasar yang stabil serta siklus panen yang relatif cepat dinilai menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat desa.

Narasumber pelatihan, Zainal Effendi, menjelaskan bahwa ternak babi memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat dipanen dalam waktu 5 hingga 7 bulan serta memiliki tingkat reproduksi yang cepat.

Sementara itu, Irfan Rengga menekankan pentingnya manajemen pakan dan kebersihan kandang untuk menjaga kesehatan ternak. Ia juga mengingatkan ancaman penyakit seperti African Swine Fever (ASF) yang dapat menyebabkan kerugian besar jika tidak diantisipasi.

Berita Pilihan :  PT Vale Perkuat ESG dan Keamanan Laut di Tengah Ekspansi Hilirisasi Nikel

“Dengan pengelolaan yang baik, risiko penyakit bisa ditekan dan produktivitas ternak dapat meningkat,” jelasnya.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari dukungan perusahaan melalui penyediaan bibit ternak kepada kelompok pada Maret 2026. Dengan kombinasi bantuan dan peningkatan kapasitas, diharapkan anggota kelompok mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah desa dan pihak terkait, yang melihat pelatihan sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

Melalui pelatihan ini, perempuan Desa Rio Mukti tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga peluang untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat peran mereka dalam perekonomian keluarga.

Pos terkait