Tekanan Harga Tak Goyahkan PT Vale, Laba 2025 Melonjak 32 persen

  • Whatsapp
PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja solid sepanjang 2025 di tengah tekanan harga nikel global, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui diversifikasi bisnis dan ekspansi proyek hilirisasi. Foto:Ist

JAKARTA,BULLETIN.ID  – PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja solid sepanjang 2025 di tengah tekanan harga nikel global, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui diversifikasi bisnis dan ekspansi proyek hilirisasi.

Berdasarkan laporan keuangan audit tahun buku 2025, perseroan membukukan produksi nikel dalam matte sebesar 72.027 metrik ton, meningkat dibandingkan 71.311 ton pada 2024. Kinerja ini mencerminkan ketahanan operasional perusahaan di tengah dinamika pasar komoditas.

Meski produksi pada triwulan IV 2025 turun menjadi 17.052 ton dari triwulan sebelumnya akibat pembangunan kembali Furnace 3, secara tahunan kinerja produksi tetap mencatat pertumbuhan. Proyek rekonstruksi furnace tersebut ditargetkan rampung pada Mei 2026 guna menjaga kapasitas produksi jangka panjang.

Dari sisi komersial, PT Vale mulai memperluas sumber pendapatan baru melalui penjualan bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi dan Pomalaa. Sepanjang 2025, penjualan bijih saprolit mencapai 2,3 juta wet metric ton, dengan kontribusi terbesar berasal dari Bahodopi.

Kinerja operasional yang stabil turut mendorong peningkatan pengiriman nikel matte menjadi 73.093 ton. Perseroan berhasil membukukan EBITDA sebesar 228,2 juta dolar AS, sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tengah penurunan harga realisasi rata-rata nikel matte sebesar 7% menjadi 12.157 dolar AS per ton, pendapatan perusahaan justru naik 4% menjadi 990,2 juta dolar AS. Kenaikan ini ditopang oleh volume penjualan yang lebih tinggi serta peningkatan tingkat payability.

Dari sisi efisiensi, PT Vale mampu menjaga biaya kas penjualan tetap kompetitif di level 9.339 dolar AS per ton—terendah dalam empat tahun terakhir. Disiplin biaya ini turut mengerek laba bersih perseroan menjadi 76,1 juta dolar AS, melonjak 32% secara tahunan.

Berita Pilihan :  One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berlaku

Selain itu, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar 485,9 juta dolar AS sepanjang 2025, meningkat signifikan untuk mendukung pengembangan proyek strategis, termasuk hilirisasi nikel.

Tahun 2025 juga menjadi periode penuh tantangan, termasuk insiden kebocoran pipa minyak pada Agustus yang menguji komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab lingkungan. PT Vale menegaskan telah memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan, termasuk melalui audit independen dan peningkatan kinerja ESG.

Memasuki 2026, perseroan fokus mempercepat proyek hilirisasi, khususnya di Pomalaa yang telah mencapai sekitar 60% progres tambang dan 50% konstruksi fasilitas pengolahan HPAL. Proyek ini ditargetkan mencapai tahap penyelesaian mekanis pertama pada triwulan III 2026.

Dengan posisi kas sebesar 376,3 juta dolar AS hingga akhir 2025, PT Vale menilai memiliki fondasi keuangan yang kuat untuk menjaga keberlanjutan proyek dan menghadapi volatilitas pasar ke depan.

Pos terkait