Sistem Pengumuman PPDB Berubah-ubah, Orang Tua Calon Siswa di SMPN 1 Palu Diliputi Kecemasan

  • Whatsapp
Ketua Panitia PPDB SMP Negeri 1 Palu, Yusuf, saat mendengarkan keluhan dari orang tua calon siswa siswa di halaman SMPN 1 Palu. Jumat (3/07/2026). Foto:Indra

PALU,BULLETIN.ID Puluhan orang tua calon siswa memadati lingkungan SMP Negeri 1 Palu untuk menunggu kepastian hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Alih-alih memperoleh kepastian, mereka justru mengaku kebingungan karena peringkat calon siswa di aplikasi terus berubah hingga waktu pengumuman.

Sejumlah orang tua memilih datang langsung ke SMP Negeri 1 Palu sembari memantau hasil seleksi melalui akun PPDB masing-masing. 

Mereka berharap mendapatkan kepastian apakah anak mereka diterima di sekolah tujuan.

Salah seorang orang tua calon siswa, Tutut, mengaku resah lantaran hasil yang ditampilkan pada aplikasi masih bersifat sementara dan posisi peringkat terus mengalami perubahan.

Menurutnya, jadwal pengumuman yang semula diinformasikan pukul 10.00 WITA mengalami keterlambatan hingga sekitar pukul 17.00 WITA. Selain itu, hasil seleksi tidak diumumkan melalui papan pengumuman di sekolah, melainkan hanya dapat diakses melalui akun pendaftar.

“Awalnya di akun tertulis pengumuman jam 10, ternyata sampai jam 5 sore. Itu pun menunggunya lewat akun sendiri, bukan ditempel di sekolah,” ujar Tutut.

Ia mengaku mendaftarkan anaknya di dua sekolah, yakni SMP Negeri 1 Palu dan SMP Negeri 2 Palu. Selama proses menunggu, posisi peringkat anaknya terus berubah sejak malam sebelumnya hingga hari pengumuman.
Kondisi tersebut membuat para orang tua merasa cemas. 

Mereka juga menilai sistem berbasis daring masih menyulitkan sebagian masyarakat, terutama orang tua yang belum terbiasa menggunakan teknologi.

“Kalau memang masih bisa offline, lebih baik offline saja. Kalau sistem seperti ini setengah mati. Masih banyak orang tua yang gaptek, apalagi ibu rumah tangga yang pegang HP hanya untuk sekadar scroll,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB SMP Negeri 1 Palu, Yusuf, menjelaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara otomatis melalui aplikasi PPDB yang dikelola pemerintah. Menurutnya, pihak sekolah hanya bertugas melakukan verifikasi dan melengkapi berkas pendaftaran calon peserta didik.

Berita Pilihan :  Gubernur Sulteng Bantu UIN Datokarama Sukseskan Pelaksanaan Poros Intim

Ia menegaskan, panitia sekolah tidak memiliki kewenangan mengubah hasil seleksi maupun peringkat peserta.

“Apa yang terjadi dengan peringkat peserta itu bukan kewenangan kami sebagai panitia di sekolah. Kami hanya melakukan verifikasi berkas. Sistem sepenuhnya dikelola oleh Dinas Pendidikan Kota,” kata Yusuf.

Pada PPDB tahun ini, SMP Negeri 1 Palu menyediakan kuota sebanyak 352 siswa, sementara jumlah pendaftar mencapai lebih dari 800 orang.

Rinciannya, jalur domisili atau zonasi diikuti lebih dari 300 pendaftar dengan kuota sekitar 140 siswa. Jalur prestasi dibagi menjadi prestasi akademik sebanyak 70 kuota dan prestasi nonakademik sebanyak 55 kuota. 

Sementara jalur afirmasi menyediakan kuota 70 siswa dengan jumlah pendaftar 39 orang, sedangkan jalur mutasi memiliki kuota 17 siswa dan diikuti 35 pendaftar.

Yusuf kembali menegaskan bahwa seluruh proses penentuan kelulusan dilakukan oleh sistem aplikasi sehingga pihak sekolah tidak dapat mengintervensi hasil seleksi.
Penutup

Perubahan peringkat yang terjadi hingga menjelang pengumuman resmi menjadi sorotan para orang tua calon siswa. 

Mereka berharap penyelenggara PPDB dapat meningkatkan transparansi dan memberikan kepastian informasi agar proses penerimaan siswa baru tidak menimbulkan kebingungan maupun kecemasan di tengah masyarakat.

Pos terkait