Duel Persija vs Persebaya, Tersimpan Kisah Persahabatan Jakmania dan Bonek

  • Whatsapp
Persija Persebaya suporter
Di Balik Duel Persija vs Persebaya, Tersimpan Kisah Persahabatan Jakmania dan Bonek. Foto: Perija.id

SURABAYA, BULLETIN – Pemandangan hangat Persija Persebaya suporter tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, saat Jakmania disambut ramah oleh Bonek dalam laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya. Momen ini menjadi bukti baru bahwa rivalitas di lapangan tak menghalangi persahabatan antarsuporter.

Rombongan The Jakmania yang datang dari Jakarta mendapat sambutan hangat dari Bonek, termasuk komunitas SuraBaJak, yang membantu koordinasi sejak kedatangan hingga kepulangan suporter Persija Jakarta. Ini menunjukkan kematangan dalam relasi Persija Persebaya suporter.

Ferry Indrasjarief, Fans Engagement Manager Persija, mengungkapkan kerinduannya untuk kembali merasakan perjalanan tandang bersama The Jakmania. Ia memilih bergabung dengan rombongan bus suporter bukan hanya untuk menonton, tetapi juga menikmati kebersamaan khas perjalanan tandang. Kisah ini memperkuat potret positif Persija Persebaya suporter.

“Saya ikut rombongan Pengurus Pusat karena kangen jalan bareng sama The Jakmania. Busnya nyaman, makan juga sudah disiapkan di dua tempat yang biasa dilalui rombongan. Jadi aman, tidak bakal kelaparan,” kata Ferry Indrasjarief, Fans Engagement Manager Persija. Dikutip dari situs resmi Persija

Setibanya di Surabaya, koordinasi antara kedua kelompok suporter berjalan sangat baik. Komunitas SuraBaJak menjadi penghubung utama untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Suasana paling menarik terlihat di tribun, di mana Bonek duduk berdampingan dengan The Jakmania tanpa rasa canggung, menikmati pertandingan bersama. Ini adalah contoh nyata bagaimana Persija Persebaya suporter bisa berinteraksi positif.

Ferry menggambarkan atmosfer di stadion layaknya pertandingan internasional, di mana rivalitas tetap hadir namun tidak menghilangkan rasa saling menghormati. Bahkan, ia menyaksikan kisah unik sepasang suami istri yang berbeda dukungan, dengan sang suami The Jakmania dan istri Bonek, menonton dari tribun yang sama.

Berita Pilihan :  FIFA Selidiki Kericuhan Final Piala Dunia 2026, Argentina Terancam Sanksi Disipliner

“Suasana di tribun seperti Piala Dunia. Di antara The Jakmania ada Bonek. Bahkan ada yang suaminya The Jakmania, istrinya Bonek. Lucu juga melihat ekspresinya ketika Persebaya unggul,” kata Ferry Indrasjarief.

Keakraban itu tidak berhenti selama pertandingan. Ferry menerima donat dari seorang Bonekwati saat lapar di tribun, dan setelah laga, beberapa anggota Bonek membagikan makanan serta minuman kepada rombongan The Jakmania untuk bekal pulang. Inilah sisi lain dari Persija Persebaya suporter yang patut dicontoh.

Meskipun Persija harus mengakui keunggulan Persebaya di lapangan, hasil pertandingan tidak mengurangi kehangatan yang terjalin di luar lapangan. Tidak ada gesekan, provokasi, atau aksi saling mengejek yang sering mewarnai rivalitas suporter. Sebaliknya, kedua kelompok menunjukkan bahwa perbedaan dukungan tidak harus berujung permusuhan.

Momen ini menjadi gambaran bahwa budaya sepak bola Indonesia perlahan bergerak ke arah yang lebih dewasa. Rivalitas tetap terjaga selama 90 menit pertandingan, namun di luar itu, suporter mampu saling menghormati, berbagi, dan pulang membawa cerita tentang persahabatan.

Di Surabaya, laga antara Persija dan Persebaya tidak hanya menghasilkan skor di papan pertandingan, tetapi juga menghadirkan harapan bahwa stadion dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh pencinta sepak bola Indonesia.

Pos terkait