Galeri Pemasyarakatan Sulteng Tuai Pujian: Kualitas Karya Warga Binaan Diapresiasi

  • Whatsapp
Galeri Pemasyarakatan Sulteng
Galeri Pemasyarakatan Sulteng Tuai Pujian: Kualitas Karya Warga Binaan Diapresiasi. (Foti:Ist)

PALU, BULLETIN – Galeri Pemasyarakatan milik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) menuai apresiasi tinggi dari Inspektur Wilayah (Irwil) III Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas), Hendro Tri Prasetyo, saat kunjungan kerja pada Kamis, 06 Agustus 2026. Keberadaan Galeri Pemasyarakatan Sulteng ini dinilai sebagai etalase unggulan bagi hasil pembinaan warga binaan.

Apresiasi tersebut juga merupakan sarana edukasi bagi masyarakat, menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di balik tembok, tetapi juga mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi dan berdaya saing. Galeri Pemasyarakatan Sulteng ini menjadi bukti nyata komitmen Kanwil Ditjenpas Sulteng.

Mewakili Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (Kabagtum), Maulana Luthfiyanto, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Stady Steven Umboh, serta Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Feri Hermawan, menyambut langsung kedatangan Irwil III Itjen Kemenimipas, Hendro Tri Prasetyo. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Koordinasi Pimpinan yang berlangsung pada 06–08 Agustus 2026, termasuk Sosialisasi Pengaduan Terintegrasi dan Penegakan Disiplin Pegawai bagi satuan kerja.

Dalam kesempatan itu, Maulana menjelaskan bahwa Galeri Pemasyarakatan Sulteng merupakan implementasi komitmen Kanwil Ditjenpas Sulteng dalam memperluas akses pemasaran hasil pembinaan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi karya warga binaan. Inisiatif Galeri Pemasyarakatan Sulteng ini diharapkan mampu memberikan dampak positif.

“Arahan Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bapak Herman Mulawarman, adalah memastikan hasil pembinaan tidak berhenti di dalam lapas dan rutan, tetapi dapat dikenal dan diterima masyarakat. Galeri ini menjadi ruang promosi sekaligus bukti bahwa proses pembinaan mampu melahirkan produk berkualitas yang memiliki nilai jual dan daya saing,” kata Maulana Luthfiyanto.

Berita Pilihan :  Update Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II , 234 Korban Berhasil Dievakuasi, 5 Meninggal

Saat meninjau berbagai produk hasil pembinaan di Galeri Pemasyarakatan Sulteng, Hendro Tri Prasetyo memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Kanwil Ditjenpas Sulteng. Menurutnya, lokasi kantor yang berada di kawasan jalan protokol Kota Palu menjadi nilai tambah karena memudahkan masyarakat mengenal lebih dekat hasil pembinaan yang dilaksanakan di lembaga pemasyarakatan.

“Lokasi Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah sangat strategis. Kehadiran Galeri Pemasyarakatan Sulteng ini membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melihat bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang pemenjaraan, tetapi juga proses pembinaan dan pembimbingan yang menghasilkan karya-karya berkualitas,” ujar Hendro Tri Prasetyo.

Ia juga mengapresiasi kualitas produk yang dipamerkan, salah satunya kaligrafi berbahan tempurung kelapa hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIB Tolitoli. Menurutnya, produk-produk tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pemasyarakatan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasyarakatan, dapat mengunjungi situs resmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Produk-produk seperti ini mampu menjadi daya ungkit peningkatan PNBP pemasyarakatan. Kualitasnya sangat baik dan memiliki potensi besar menarik minat masyarakat, tidak hanya di Sulawesi Tengah, tetapi juga di tingkat nasional,” ungkap Hendro Tri Prasetyo.

Apresiasi ini menjadi dorongan bagi Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah untuk terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui pengembangan produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi. Selain memperluas pemasaran hasil karya warga binaan, Galeri Pemasyarakatan Sulteng juga diharapkan menjadi jembatan yang memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait