Angin Kencang Picu Karhutla di Banggai, Setengah Hektare Lahan Terbakar

  • Whatsapp
Karhutla Banggai
Angin Kencang Picu Karhutla di Banggai, Setengah Hektare Lahan Terbakar. (Foto;Ist)

BANGGAI, BULLETIN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meludeskan sekitar setengah hektare lahan di Desa Salodik, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Minggu (16/8/2026) malam. Insiden Karhutla Banggai ini dipicu oleh pembukaan lahan menggunakan metode pembakaran yang tak terkendali akibat terpaan angin kencang.

Berdasarkan laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, kebakaran ini terdeteksi sekitar pukul 21.00 WITA. Namun, menurut kronologi di lapangan, api mulai berkobar sekitar pukul 19.00 WITA saat warga Agung bersama tiga rekannya sedang melakukan pembakaran bertahap untuk membersihkan lahan milik Usman.

Kondisi angin yang sangat kencang di wilayah tersebut menyebabkan api menjalar dan membesar dengan cepat. Warga sekitar yang melihat kobaran api panik dan segera melaporkan kejadian Karhutla Banggai ini kepada BPBD Kabupaten Banggai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Banggai segera melakukan asesmen dan berkoordinasi melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops). Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung diterjunkan ke lokasi Karhutla Banggai untuk melakukan upaya pemadaman.

Petugas berhasil mengendalikan kobaran api menggunakan sprayer elektrik dan mobil tangki air. Upaya pemadaman ini membuahkan hasil, dan api berhasil dipadamkan hingga kondisi di lokasi dinyatakan kondusif. BPBD mencatat luas lahan yang terbakar akibat Karhutla Banggai ini sekitar 0,5 hektare.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan tidak ada laporan warga yang mengungsi akibat kebakaran. Meskipun api telah padam, BPBD mencatat bahwa beberapa peralatan masih sangat dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas penanganan Karhutla Banggai di masa mendatang, khususnya jika terjadi kebakaran serupa.

Berita Pilihan :  IMIP Rayakan HUT RI dengan Semangat Keberagaman

Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi meliputi Alcon, selang, dan nozzle. Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko tinggi dari pembukaan lahan dengan cara dibakar, terutama saat kondisi cuaca dengan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api dan memperluas dampak kebakaran.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan BPBD Kabupaten Banggai, melalui TRC dan Pusdalops, terus melakukan pemantauan intensif terhadap wilayah tersebut pasca-pemadaman api.

Pos terkait