SIGI,BULLETIN.ID – TNI bersama tim gabungan terus meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Sibavho dan Gunung Sidoe, Desa Jono, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan diawali dengan pemberian informasi terkait teknis penanganan Karhutla yang akan dilaksanakan di Dusun I dan Dusun III Desa Jono. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah koordinasi dan kesiapsiagaan personel dalam memantau perkembangan situasi kebakaran lahan kebun milik masyarakat.
Selanjutnya, personel gabungan bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan pemadaman dan pemantauan kondisi titik kebakaran sekaligus memastikan situasi tetap terkendali. Tim yang terlibat terdiri dari personel Personel Kodim 1306/Kota Palu, Koramil 1306-04/Dolo, Polsek Dolo, Yonif TP 873/MM, BPBD Kabupaten Sigi, ORARI Dolo Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, serta masyarakat Desa Jono.
Dari hasil pemantauan, masih terlihat satu titik asap kecil di atas puncak gunung. Lokasi kebakaran diperkirakan berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman penduduk, dengan estimasi luas lahan yang terdampak sekitar tiga hektare.
Kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah dengan angin yang masih cukup kencang. Situasi tersebut menjadi perhatian tim gabungan untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan api kembali meluas.
Melalui pemantauan secara berkelanjutan dan kesiapsiagaan personel di lapangan, TNI bersama unsur terkait memastikan tetap siap dalam berbagai perkembangan situasi dan akan mengambil langkah cepat apabila terjadi peningkatan titik api.
Masyarakat Desa Jono juga dihimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada aparat atau petugas terkait apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di wilayah sekitar. Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk tidak melakukan bakar-bakar sampah/daun-daun, membuang puntung rokok sembarangan di kebun mereka yang dapat membahayakan kebun mereka sendiri.
Pangdam menekankan pentingnya kecepatan dalam mendeteksi dan menangani setiap titik api, mengingat kondisi angin dan medan di kawasan perbukitan dapat menyebabkan bara api kembali muncul.
Kodam XXIII/Palaka Wira berkomitmen untuk terus mendukung upaya penanganan Karhutla di wilayah Sulteng dan Sulbar dengan melakukan pemantauan udara menggunakan drone dan kesiapsiagaan personel.






