Al-Nassr Bangkit Dramatis, 10 Pemain Curi Kemenangan Atas Al-Ettifaq 3-2

  • Whatsapp
Al-Nassr Bangkit Dramatis
Al-Nassr Bangkit Dramatis, 10 Pemain Curi Kemenangan Atas Al-Ettifaq 3-2. (Foto:Captured)

DAMMAM, BULLETIN – Al-Nassr Bangkit Dramatis, membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol dan bermain dengan 10 pemain untuk mengalahkan Al-Ettifaq 3-2 pada pekan ketiga Liga Arab Saudi 2026/2027. Pertandingan yang digelar di markas Al-Ettifaq pada Selasa, 25 Agustus 2026, menjadi bukti ketahanan mental tim asuhan Ange Postecoglou setelah kiper Bento diganjar kartu merah di awal laga.

Krisis melanda Al-Nassr sejak awal pertandingan saat penjaga gawang utama, Bento, diusir keluar lapangan. Insiden ini memaksa tim tamu bermain dengan 10 pemain dan memasukkan kiper muda Abdulrahman Al-Otaibi, sebuah situasi yang sangat menekan. Al-Nassr Bangkit Dramatis berkat perubahan strategi dan mentalitas juara.

Al-Ettifaq berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mencetak dua gol pada babak pertama. Gol pertama dicetak Ondrej Duda pada menit ke-31, diikuti oleh gol Álvaro Medrán di menit 45+3. Situasi 2-0 dan Al-Nassr bermain dengan 10 pemain membuat mereka berada di ambang kekalahan, namun Al-Nassr Bangkit Dramatis.

Memasuki babak kedua, Postecoglou membuat keputusan berani dengan menarik Cristiano Ronaldo. Perubahan ini menjadi titik balik bagi Al-Nassr. João Félix memperkecil ketertinggalan pada menit ke-55, memberikan suntikan semangat bagi skuad yang tersisa.

Gol pertama membangkitkan kepercayaan diri para pemain Al-Nassr yang sebelumnya terlihat tertekan. Tekanan terus diberikan, dan hasilnya, Sadio Mané berhasil menyamakan kedudukan 2-2 pada menit ke-74. Momentum sepenuhnya beralih ke kubu Al-Nassr, membuktikan bahwa Al-Nassr Bangkit Dramatis.

Puncak drama terjadi pada menit ke-90, saat Sadio Mané mencetak gol keduanya, sekaligus memastikan kemenangan 3-2 untuk Al-Nassr. Kemenangan ini lebih dari sekadar tiga poin; ini adalah pernyataan kuat tentang ketahanan dan karakter tim di tengah situasi ekstrem.

Berita Pilihan :  Martin Odegaard: Arsenal Tak Sekadar Pertahankan Gelar, Kami Ingin Lebih Banyak Trofi

“Ketika situasinya terlihat sudah berantakan, Al-Nassr justru menemukan karakter terbaiknya,” kata Ange Postecoglou, dilansir dari Arab News. “Kami kehilangan penjaga gawang utama, kehilangan satu pemain, tertinggal dua gol, dan bahkan bermain tanpa Ronaldo pada babak kedua. Tetapi pada akhirnya, kami tetap pulang membawa tiga poin.”

Sadio Mané menjadi pahlawan dengan dua golnya, sementara João Félix berperan sebagai pemantik kebangkitan Al-Nassr. Kemenangan ini menunjukkan bahwa Al-Nassr tidak hanya mengandalkan nama besar, tetapi juga memiliki pemain lain yang siap mengambil tanggung jawab.

Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Al-Ettifaq yang gagal mempertahankan keunggulan dua gol dan keunggulan jumlah pemain. Pertandingan ini membuktikan bahwa jumlah pemain dan skor tidak selalu menjamin kemenangan, karena Al-Nassr Bangkit Dramatis.

Dengan hasil ini, Al-Nassr menjaga rekor sempurna di awal musim Liga Arab Saudi dengan tiga kemenangan dari tiga pertandingan. Kemenangan atas Al-Ettifaq menegaskan bahwa Al-Nassr memiliki mental baja dan kemampuan untuk mengatasi segala rintangan.

Pos terkait