Liga Champions 2026/27, Marotta Pasang Target Tinggi untuk Inter

  • Whatsapp
Inter Liga Champions
Liga Champions 2026/27, Marotta Pasang Target Tinggi untuk Inter. (Foto:inter.i)

MILAN, BULLETIN – Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, tegaskan ambisi besar klubnya hadapi Liga Champions 2026/27, namun mengingatkan untuk tetap rendah hati. Meskipun Inter Liga Champions dipertemukan dengan raksasa Eropa, Marotta menekankan bahwa ambisi harus dibarengi kerendahan hati dan penghormatan pada sejarah klub.

Inter Milan akan menjalani musim kesembilan secara beruntun di Liga Champions, sebuah catatan konsistensi yang patut dibanggakan. Pada fase liga musim ini, Inter Liga Champions akan menghadapi Liverpool, Real Madrid, Club Brugge, Borussia Dortmund, Shakhtar Donetsk, Feyenoord, Stuttgart, dan Slovan Bratislava.

Hasil undian di Monte Carlo langsung menunjukkan betapa beratnya jalan Inter. Liverpool dan Real Madrid adalah dua nama terbesar yang akan dihadapi Inter Liga Champions, sementara Dortmund dan Feyenoord juga punya pengalaman panjang di kompetisi Eropa.

Bagi Marotta, itulah daya tarik Liga Champions. Kompetisi ini tak hanya tawarkan persaingan, tapi juga hadirkan atmosfer, sejarah, dan emosi yang sulit ditemukan di kompetisi lain. Partisipasi Inter Liga Champions kesembilan kalinya secara beruntun menunjukkan konsistensi klub menjaga level kompetitif di Eropa.

“Ketika berbicara tentang Liga Champions, selalu ada rasa antusiasme dan prestise,” kata Marotta.

Ia bahkan menilai tidak ada klub Italia lain yang tampil lebih rutin di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir. Ini menandakan kekuatan dan konsistensi Inter Liga Champions di panggung Eropa.

Bukan Sekadar Undian, tapi Ujian Konsistensi

Marotta juga menyoroti karakter League Phase dengan format baru. Delapan pertandingan melawan delapan lawan berbeda membuat perjalanan Inter Liga Champions menuju fase gugur menjadi lebih sulit diprediksi.

Ia mengakui ketidakpastian bisa bertahan hingga pertandingan terakhir, artinya Inter tak bisa mengandalkan satu atau dua hasil besar saja. Konsistensi sepanjang fase liga akan jadi faktor penentu bagi Inter Liga Champions.

Situasi ini membuat duel melawan tim-tim besar seperti Liverpool dan Real Madrid memiliki nilai lebih dari sekadar pertandingan bergengsi. Hasil laga tersebut dapat jadi tolok ukur sejauh mana Inter Liga Champions mampu bersaing dengan elite Eropa.

Khusus pertemuan dengan Real Madrid, laga tersebut juga membawa nilai emosional tersendiri bagi Inter. Nerazzurri akan kembali tampil di Santiago Bernabéu, salah satu stadion paling ikonik dalam sejarah sepak bola Eropa.

Pengalaman Jadi Modal di Ruang Ganti

Marotta juga menyinggung kebijakan Inter Liga Champions dalam membangun skuad. Menurutnya, keputusan terkait pemain didasarkan pada evaluasi teknis, namun pengalaman dan koleksi trofi jadi nilai penting yang dibawa pemain ke ruang ganti.

Berita Pilihan :  Mitchell Baker Kembali Cetak Gol di AS Mungkinkah Klub Besar Sudah Melirik Striker Timnas

Ia menyebut para pemain Inggris di skuad Inter secara keseluruhan memiliki pengalaman memenangkan sekitar 27 atau 28 trofi sepanjang karier mereka. Bagi Marotta, pengalaman semacam itu penting, khususnya dalam kompetisi seperti Liga Champions yang menuntut ketenangan saat menghadapi tekanan besar.

Pengalaman bukan hanya soal kemampuan teknis di lapangan, tapi juga bagaimana pemain menghadapi pertandingan dengan atmosfer tinggi, mengelola tekanan, serta tetap tenang ketika hasil pertandingan dipertaruhkan.

Ambisi Tidak Sama dengan Kesombongan

Pernyataan paling kuat Marotta justru datang ketika ia berbicara mengenai target Inter Liga Champions. Ia menegaskan bahwa Inter harus selalu memiliki ambisi. Namun, ambisi tersebut tidak boleh berubah menjadi kesombongan.

“Kami selalu ambisius; Anda harus seperti itu dalam olahraga. Tetapi ambisi bukan berarti kesombongan,” kata Giuseppe Marotta, Presiden Inter Milan.

Pesan tersebut penting bagi Inter yang dalam beberapa musim terakhir kembali membangun reputasi sebagai salah satu kekuatan utama Italia di Eropa. Marotta menilai klub telah melalui perjalanan penting dalam beberapa tahun terakhir.

Karena itu, seluruh elemen klub memiliki tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik sekaligus menghormati sejarah besar Inter. Di sisi lain, menurutnya, Inter juga memiliki hak untuk bermimpi.

“Kami juga memiliki hak untuk bermimpi. Ketika mimpi menjadi kenyataan, itu karena ada orang-orang seperti kami yang mengambil tindakan,” tambahnya.

Kalimat tersebut memperlihatkan pendekatan Inter Liga Champions musim ini: berani memasang target tinggi, tetapi tidak terlena oleh reputasi sendiri.

Jalan Panjang Menuju Madrid

Liga Champions 2026/27 akan menjadi perjalanan panjang bagi Inter Liga Champions. Fase liga dimulai pada September 2026 dan berlangsung hingga Januari 2027 sebelum kompetisi memasuki babak gugur.

Puncak kompetisi akan berlangsung di Estadio Metropolitano, Madrid, pada 5 Juni 2027. Bagi Inter, Madrid bukan sekadar lokasi final. Kota tersebut juga akan jadi bagian dari perjalanan mereka sejak fase liga melalui pertandingan menghadapi Real Madrid.

Kini, tantangannya bukan hanya bagaimana Inter melewati delapan pertandingan League Phase. Lebih jauh, Nerazzurri dituntut membuktikan bahwa konsistensi yang membawa mereka tampil sembilan musim berturut-turut di Liga Champions dapat diterjemahkan menjadi prestasi nyata di panggung terbesar Eropa. Sebab, seperti pesan Marotta, bermimpi tidak cukup. Mimpi baru menjadi kenyataan ketika ambisi diterjemahkan menjadi kerja, keberanian, dan hasil di lapangan bagi Inter Liga Champions.

Pos terkait